Riau (Inmas) – Meskipun harus menunggu bertahun tahun , namun harapan masyarakat dan keluarga besar Kemenag Pelelawan dalam menegerikan madrasah Al Lhairat yang masih berstatus swasta akhirnya terwujud. Demikian diungkapkan H Muhammad Rais Sag. Ia melaporkan bahwa Kemenag memiliki sekolah agama formal maupun non formal dibawah payung Kemenag.
Untuk diketahui sambungnya, sebanyak 90 persen madrasah yang berada dibawah naungan Kemenag Pelelawan berstatus swasta. Kendati demikian dengan kualitas yang dipacu terus menerus memancing animo masyarakat yang semakin tinggi untuk menyekolahkan anak mereka ke madrasah.
Tercatat 71 sekolah baik formal maupun non formal yang ada di Pelelawan dengan jumlah total siswa sebanyak 6838 orang. Dengan rincian sebanyak 23 RA, dengan total murid 1214 orang, MI sebanyak 6 buah, negeri 1 buah dengan total siswa 801 orang, MTs 23 buah dimana MTs negeri I buah, 3240 orang, 10 Aliyah belum ada yang negeri 704 orang dan pondok 9 buah 879 orang.
Dijelaskannya Kemenag terus berupaya bagaimana kedepan ini madrasah ini dapat berjalan ala pesantren, artinya proses pembelajaran dan kegiatan rohani Islam bisa dilaksanakan secara intens. Rais mengaku pihaknya tengah berupaya mewujudkan hal tersebut kedepan. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pusat dan mengancang ancang dana sebanyak 4,5 milliard. Insyaallah 2019 atau 2020 kita bisa bangun lokal disini”, ucapnya memberi spirit.
Bahkan masih ada 9 milliard lagi alokasi dana untuk pendidikan, insyaallah nanti dengan koordinasi vertikal ini akan bisa membangun asrama untuk siswa di madrasah kita ini. Hal itu itu dipandangnya sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperdalam karakter keislaman siswa madrasah. Sehingga keberkahan ilmunya kita dapatkan nanti generasi yang kita didik selama ini, pesannya.
“Jika ini bisa diberlakukan, kedepan kita akan negerikan madrasah aliyah yang saat ini masih berstatus swasta, diperkirakan untuk MTsN kita masih membutuhkan 5 rumbel lagi untuk siswa”, sebutnya.(vera/faj/anto)