0 menit baca 0 %

Kakanwil : Zakat Instrumen Penting Pengentasan Kemiskinan

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa zakat adalah instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, sebab dari zakat secara otomatis harta akan tersebar dan terbagi kepada seluruh umat dan lapi...

Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Riau, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengatakan bahwa zakat adalah instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, sebab dari zakat secara otomatis harta akan tersebar dan terbagi kepada seluruh umat dan lapisan masyarakat.

Demikian disampaikan Kakanwil Kemenag Riau, ketika menghadiri Lounching Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqah (LAZIS) Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Prov Riau, Sabtu (3/6/2017) di aula Umar Bin Khattab Rumah Sakit Ibnu Sina, Pekanbaru.

Hadir dalam acara itu Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Pusat, Ketua LAZIS DDI Pusat, Ketua DDI Prov Riau Drs H Mughni, Pimpinan RSU Ibnu Sina Drs H Mukhsin Zahari, Ketua BAZNAS Riau Ir H Yurnal, Tokoh wanita Dr Eniwaty Khaidir, tokoh agama, tokoh masyarakat, Pengurus Masjid, dan tokoh masyarakat lainnya.

Menurut Ahmad Supardi yang mantan Kakan Kemenag Rohul ini, Islam memandang bshwa kemiskinan, kebodohsn dan keterbelakangan adalah musuh utama dan sangat berbahaya bagi umat. Makanya tidak perlu heran, jika Zakat sebagai salah satu instrumen penting pengentasan kemiskinan, dijadikan menjadi salah satu rukun islam, yang harus diamalkan oleh umat Islam.

Dikatakannya, sejarah mencatat, jika zakat dikelola dengan baik, dengan menggunakan manajemen modern, maka akan terkumpul sejumlah besar dana, yang dapat digunakan untuk pengentasan kemiskinan. Hal ini bisa dibuktikan, pada zaman kekhalifhan Umar Bin Abdul Aziz pada masa Bani Umayyah, dimana ketika zakat dijalankan, maka kesulitan mencari umat yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Semua orang hidup berkecukupan, hartanya memenuhi nishab dan haul, sehingga kesulitan mencari mustahik zakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ahmad Supardi merasa sangat berbahagia, karena hari ini, lahir lagi satu lembaga yang bwrgerak dalam bidang pengumpulan, pengelolaan, penyaluran, dan pemberdayaan zakat, dibawah organisasi Dewan Dakwah Islamiyah Prov Riau. Beliau mengajak agar lembaga lembaga amil zakat yang ada di Riau, dapat bekerjasama dan bersinergi dengan BAZNAS Riau, dibawah binaan Kanwil Kemenag Prov Riau, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan yang masih menyelimuti sebahagian umat Islm Prov Riau. (ash/e-m)