0 menit baca 0 %

Kakanwil: Tugas Kakan Kemenag Berat dan Kompleks

Ringkasan: Siak (Humas)- Tugas seorang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten/ Kota merupakan tugas yang sangat berat. Walau berat, tapi harus tetap dijalani dengan kuat dan penuh semangat, sehingga kerukunan beragama, pembangunan keagamaan dan pembangunan Sumbar Daya Manusia (SDM) handal dal...
Siak (Humas)- Tugas seorang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten/ Kota merupakan tugas yang sangat berat. Walau berat, tapi harus tetap dijalani dengan kuat dan penuh semangat, sehingga kerukunan beragama, pembangunan keagamaan dan pembangunan Sumbar Daya Manusia (SDM) handal dalam bidang agama dan teknologi. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau Drs H Asyari Nur SH MM, Kamis (14/7) malam saat menyampaikan kata sambutannya pada acara Pisah Sambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupupaten Siak dari HM Syukur S HI kepada H Muchlis S HI di Aula Serba Guna Maharatu Kabupaten Siak. "Kakan Kemenag harus menjadi sosok yang mampu bekerja keras, ikhlas dan disegani masyarakat, roh ini harus selalu ada dan harus terus dibangun, karena jika roh Kemenag tidak ada maka orang- orang akan memandang sebelah mata walau Kemenag sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat," ungkap Asyari. Untuk itu, Kakan Kemenag Siak yang barus harus mampu meneruskan perjuangan Kakan Kemenag Siak yang lama, khususnya dalam membangun roh Kemenag sekaligus dalam pemabangunan keagamaan di Kabupaten Siak. Selama ini, kerjasama terbaik antar Kemenag dan Pemda setempat, Siak merupakan yang terbaik. Dimana, Pemda Siak memberikan perhatian yang sama antara madrasah dengan sekolah umum, termasuk perhatian pada guru- guru agama dari Kemenag. "Kerjasama dan koordinasi antara Kemenag dengan Pemda setempat selama ini harus terus dijalin dan terus ditingkatkan, khususnya dalam menjaga simbol- simbol keagamaan yang ada di Siak," ujarnya. Asyari menegaskan, Kabupaten Siak merupakan salah satu derah yang memilki nilau jual, baik dilihat dari silsilah daerahnya maupun potensi yang dimilikinya. Jika potensi- potensi tersebut tidak dibungkus dengan khasanah Islami, dikhawatirkan akan hilang seiring berjalannya waktu. "Ini tugas Kemenag dan Pemda untuk membangkitkan khasanah Islami dalam pembangunan yang mulai dari pembangunan SDM yang tidak hanya handal dalam ilmu pengetahuan teknologi tapi memilki akhlak karimah," harapnya. (msd)