0 menit baca 0 %

Kakanwil: Tokoh Agama Berperan Sukseskan Program KKB

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) tidak akan berjalan tanpa peran serta dari segenap elemen masyarakat, khususnya tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Karena itu kepada mereka dititipkan program KKB agar pesan pembangunan kependudukan dan KB selalu bergema...
Pekanbaru (Humas)- Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) tidak akan berjalan tanpa peran serta dari segenap elemen masyarakat, khususnya tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Karena itu kepada mereka dititipkan program KKB agar pesan pembangunan kependudukan dan KB selalu bergema dari kota hingga ke desa. Demikian ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Tarmizi Tohor MA, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Bagi Tokoh Agama se Provinsi Riau di Aula Kantor BKKBN Provinsi Riau, Rabu (3/4). Menurutnya, jumlah penduduk di Indonesia pada tahun ini diperkirakan sekitar 250 juta jiwa, meskipun berkat program KB yang dikembangkan sejak tahun 1970-an angka kelahiran bisa ditekan sebesar 100 juta jiwa, namun laju pertumbuhan penduduk masih tergolong tinggi sementara luas bumi tidak akan bertambah. Jumlah penduduk yang semakin banyak tentu perlu berbagai macam kebutuhan dalam hidupnya, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder, dan itu menjadikan persoalan tersendiri dalam pembangunan kependudukan. Pemerintah dengan segala upaya berusaha mengatasi hal tersebut, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah menekan laju pertumbuhan penduduk dengan menggalakkan kembali program KB. Peran tokoh agama dalam program KKB terutama dalam penyiapan keluarga menuju keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah tidaklah bisa dipungkiri. Tokoh agama terutama KUA punya arti penting dalam program KKB karena mereka selalu berhubungan secara langsung dengan calon pasangan penganting sebelum melakukan pernikahan. “Jadi di tangan para tokoh agama inilah dasar bagamaimana bentuk dan membangun keluarga bagi pasangan hidup ke depan,” ujarnya. ICPD Kairo dan sasaran MDG’s yang harus dicapai, perkembangan Isu HAM dan revitalasi program KB tentunya mengakibatkan lingkungan strategis yang berubah. Program kependudukan dan KB yang awalnya hanya menitikberatkan pada pengendalian penduduk, akhir- akhir ini juga berbicara tentang kualitas melalui program ketahanan keluarga yang di dalamnya termasuk kesehatan reproduksi. Dimana ber KB harus berangkat dari kesadaran individu serta jenis alat kontrasepsinya tergantung dengan kemauan dan kesehatan pemakainya. “Untuk itu sangat tepat jika kepala KUA hadir ditempat ini dalam rangka mengikuti pelatihan Program KKB karena besar harapan kami, program ini dapat bapak dan ibu sampaikan kepada masyarakat luas khususnya calon pengantin,” tegas Tarmizi. Program KKB tidak akan berjalan tanpa peran serta dari segenap elemen masyarakat, serta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Karena itu kepada mereka dititipkan program KKB agar pesan pembangunan kependudukan dan KB selalu bergema dari kota hingga ke desa. Tokoh agama mempunyai beberapa peran yang begitu central dan menentukan dalam menggerakkan masyarakat. Peran tersebut, pertama; bahwa tokoh agama mempunyai peran sebagai penyuluh masyarakat dimana tokoh agama memberi jalan penerangan bagi masyarakat agar bisa berkehidupan yang lebih baik, dan ini sesuaui dengan tujuan BKKBN yaitu menjadikan keluarga Indonesia bahagia dan sejahtera. Dengan peran ini dapat memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat dengan gagasan- gagasan yang luhur dan mulia yang tersirat dan tersurat dalam setiap kesempatan yang ada. Kedua; sebagai pemimpin, tokoh agama mempunyai peran untuk bisa menjadi panutan dan teladan kepada masyarakat sehingga masyarakat tergerak untuk mengikuti arahan serta ajakan agar masyarakat mengikuti dan memahami program KKB. Ketiga: sebagai fasilitator, tokoh agama diharapkan dapat menjembatani perubahan dan memberikan informasi yang terbaru mengenai program KKB. Keempat; sebagai motivator, dimana tokoh agama bisa berperan membangkitkan masyarakat untuk mengikuti program KKB sehingga masyarakat bisa berperan aktif dan bukan hanya pasif dalam mengikuti program KKB. “Kami yakin dan percaya jika program KKB dititipkan kepada tokoh agama yang dalam kesempatan ini diwakili oleh dari KUA maka program kependudukan dan KB InsyaAllah akan terus berjalan dan berkembang,” pungkas Kakanwil. (mus)