Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, dan Kasi Kurikulum dan Evaluasi Bidang Pendis Kemenag Riau Drs H Kamaruddin, Senin (10/4/2017) melakukan tinjauan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di MAN 1 dan MAN 2 Model Pekanbaru.
Berdasarkan tinjauan Kakanwil Kemenag Riau dan rombongan  di MAN 1 Jalan Bandeng Pekanbaru dan MAN Model Jalan Pekanbaru, proses pelaksanaan UNBK hari pertama berjalan lancar. Dimana, masing- masing MAN melaksanakan UNBK dengan menyesuaikan dengan fasilitas yang ada.
Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA usai melakukan tinjauan mengatakan, berdasarkan hasil di MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru yang telah menerapkan UNBK, ujian berjalan cukup lancar dant ertib, tidak terlihat adanya hambatan. Kondiri tersebut karena madrasah yang menerapkan UNBK telah mempersiapkan sarana dan prasarana ujian secara matang dengan sistem ujian membagi kelas dalam beberapa sesi untuk menyesuaikan jumlah perangkat yang digunakan.
"Walau sarana prasarananya masih sangat terbatas, tapi hal tersebut tidak menghambat madrasah untuk menerapkan UNBK. Seperti di MAN 1, selain perangkat yang memang sudah ada, juga dibantu dengan komputer/ laptop guru dan siswa. Begitu juga di MAN 2, yang memanfaatkan komputer labor dan guru- guru,"Â jelasnya.
Menurutnya, selain sarana prasarana untuk UNBK yang disiapkan pihak sekolah, pihak Madrasah juga sudah memberikan bimbingan- bimbingan atau simulasi untuk menggunakan aplikasi UNBK dan materi yang diujiankan.
"Ini sangat kita dukung, karena meminimalisir terjadinya kecurangan- kecurangan ditambah dengan pengawas sistem silang," ungkapnya dan berharap dengan persiapan yang dilakukan oleh pihak madrasah, tingkat kelulusan siswa madrasah dapat mencapai 100 persen.
Ditambahkan Kabag TU yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pendis Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA, UNBK sudah dipersiapkan sejak lama, namun baru diterapkan pada tahun pelajaran 2016/ 2017 oleh 5 MAN dan 5 MAS.
"Kita sangat mengapresiasi ini, untu itu secara bertahap akan dikembangkan di madrasah- madrasah di Riau karena hal tersebut sangat berhubungan dengan anggaran yang cukup besar, karena selain komputer, server, jaringan internet juga harus dipersiapkan," ungkap Mahyudin. (mus/ady/jon)
Â