0 menit baca 0 %

Kakanwil : Tingkatkan Layanan Bagi Jemaah, PPIH EHA Riau Lakukan Monev ke Batam

Ringkasan: Riau (Inmas) - Ribuan jemaah calon haji Riau yang sudah berada di Tanah Suci. Data Kantor Wilayah Kementerian Agama Eiau menyebutkan, total JCH Riau pada musim haji 2019 mencapai 5359 jamaah yang terbagi atas 12 kelompok terbang (kloter) penuh dan satu kloter gabungan dengan Provinsi lain.Tak sepert...

Riau (Inmas) - Ribuan jemaah calon haji Riau yang sudah berada di Tanah Suci. Data Kantor Wilayah Kementerian Agama Eiau menyebutkan, total JCH Riau pada musim haji 2019 mencapai 5359 jamaah yang terbagi atas 12 kelompok terbang (kloter) penuh dan satu kloter gabungan dengan Provinsi lain.

Tak seperti prosesi musim haji sebelumnya, pada musim haji tahun ini sejak diberlakukan Embarkasi haji antara, Kanwil Kemenag Riau melakukan sistem pemeriksaan terpadu di Asrama Haji Antara Riau. Segala hal yang berhubungan dengan JCH, mulai dari paspor, kesehatan, living cost, pemasangan gelang besi, rekam biometrik, hingga barang bawaan dilakukan di Asrama Haji Antara.

Demikian diutarakan Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA  jelang keberangkatan ke Batam dalam rangka monitoring dan evaluasi penyelenggaraan EHA Riau ini.

Menurutnya penyelenggaraan ibadah haji  sudah berjalan bagus karena seluruh panitia sudah bertugas sesuai dengan tugas masing2.

Misalnya saja prosesi pemeriksaan berjalan tertib. Para JCH bersama barang bawaannya harus melewati mesin X Ray untuk diperiksa sebelum memasuki gedung keberangkatan Asrama Haji Antara.

Gedung ini  menjadi titik kumpul sebelum menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Karena jamaah kita transit ke Batam, maka PPIH punya kewajiban juga melihag bagaimana kondisi di Batam, apakah lancar atau tidak agar menjadi evaluasi bagi kita. Kalau memang perlu evaluasi, ke depan kita perbaiki” sebutnya.

Ia menjelaskan Embarkasi antara  nantinya intinya memindahkan proses yg ada di Batam kesini. Mengingat selama ini Riau sudah sekian lama  dengan embarkasi batam.

Pihaknya mengaku ingin melihat  sejauh mana proses yang ada di Batam dibandingkan yang dilaksanakan PPIH EHA Riau.

"Makanya sore ini saya berangkat ke Batam untuk Monev sekaligus melihat langsung keberangkatan jemaah kloter 18 ke Jeddah" ujarnya.

“Apa yang  dilaksanakan di Batam sudah terlaksana disini. kedatangan dan keberangkatan, Pembinaan, catering sudah kita laksanakan”, ujarnya.

Bahkan sesuai evaluasi kita, ruang keberangkatan konsepnya betul-betul seperti ruang tunggu bandara," ujarnya di ruangan Siskohat Asrama Haji antara Riau, Minggu (20/07).

Pengalaman sebelumnya pada kloter pertama, embarkasi Haji Antara Riau, kata dia, proses penerimaan jemaah di aula kedatangan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena kabin kecil ditenteng kedalam ruangan. Hal tersebut membuat banyak CJH yang harus mengantre di dalam ruangan dan terasa sempit.

"Kalau pakai pola lama yang paling riskan itu jemaah selain lelah dan repot menenteng sendiri barang bawaannya diruangan yang masih tergolong sempit. Makanya saya ubah agar koper kecil jemaah disusun diluar gedung saja, selanjutnya petugas yang membawakan ke kamar jemaah, lanjutnya.

Dan hal itu berjalan sampai sekarang. “Jemaah juga diuntungkan, karena bisa membantu jemaah” ujarnya. Walaupun Embarkasi ini pertama, 98 Persen sudah bisa kita jalankan, sambungnya.

Ia bersyukur sejumlah perubahan dalam pelayanan haji mendapat sambutan positif dari para JCH. Di sisi lain Lalu Mahyudin mengatakan pihaknya tidak hanya datang untuk sekedar melayani jemaah namun juga menampung aspirasi jamaah haji. 

"Kehadiran kami untuk memastikan kelancaran keberangkatan jamaah haji dan menyerap aspirasi serta (Red. melihat) permasalahan yang timbul di lapangan," ucapnya.

Semoga ke depan menjadi catatan penting bagi seluruh pihak terkait. Khususnya aula kedatangan oleh kita bersama ketua PPIH, termasuk pemda.

Termasuk  juga aula keberangkatan pihaknya mengatakan memang butuh ruang keberangkatan yang lebih besar lagi. “Ini yg kita harapkan. Termasuk yg lain kita lakukan evaluasi. Apa kebijakan ke depan tergantung evaluasi yang kita laksanakan”, tandasnya mengakhiri bincang.(vera)