0 menit baca 0 %

Kakanwil Tekankan Jamaah Patuhi Lampu Penanda Jadwal Lontar Jumrah di Mina

Ringkasan: Makkah (Inmas)- Sekitar 221 ribu jamaah Indonesia sudah berada di Makkah, termasuk 5.064 jamaah Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter Embarkasi Batam (BTH). Berbagai persiapan dan peninjauan lokasi Arafah, Muzdalifah dan Mina (ARMINA) pun telah dilakukan dalam rangka menghadapi puncak haji."8 Zu...

Makkah (Inmas)- Sekitar 221 ribu jamaah Indonesia sudah berada di Makkah, termasuk 5.064 jamaah Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter Embarkasi Batam (BTH). Berbagai persiapan dan peninjauan lokasi Arafah, Muzdalifah dan Mina (ARMINA) pun telah dilakukan dalam rangka menghadapi puncak haji.

"8 Zulhijjah atau tanggal 30 Agustus 2017, jamaah mulai didorong ke Arafah untuk melaksanakan wukuf pada 9 Dzulhijjah yang dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina. Untuk itu, kita tekankan betul agar seluruh petugas haji di kloter untuk menghimbau jamaah untuk mempersiapkan fisik dan mental, serta mengingatkan kembali agar janaah mematuhui rambu- rambu ibadah," tegas Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, Ahad (27/8/2017).

Ahmad Supardi mengatakan, dengan kembali normalnya kuota haji ditambah 10ribu kuota tambahan, kondisi kota perhajian semakin padat, untuk itu berbagai persiapan dan peraturan harus benar- benar dipatuhui, termasuk mengikuti jadwal larangan melontar jumrah.

"Pemerintah Arab Saudi untuk mempermudah jamaah telah memasang rambu- rambu atau lampu penanda jadwal lontar jumrah di setiap jalur keluar maktab menuju jamarat. Lampu dipasang di area tenda-tenda jemaah itu berwarna merah, kuning dan hijau. Merah artinya jemaah dalam area tenda itu tidak dalam jadwal melontar jumrah. Kuning berarti masa untuk bersiap. Sedangkan hijau, diperbolehkan melontar jumrah. Tigas petugas haji untuk membimbing dan memberi tahu jamaah, khususnya mereka yang sudah tua dan rabun," jelas Ahmad Supardi dan meminta agar seluruh data jamaah badal, safari wukuf dan tarwiyah sudah disampaikan ke PPIH Daker Makkah.

Berikut ini waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah yang menjadi salah satu wajib haji:
1. 10 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 06.00–10.30 waktu Arab Saudi (WAS).
2. 11 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 14.00–18.00 WAS.
3. 12 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 10.30–14.00 WAS.

Muassah Sediakan Tenda, Karpet dan Krikil di Muzdalifah
 
Berdasarkan laporan petugas haji, fasilitas lain yang juga akan dirasakan jamaah saat berada di Muzdalifah. Jika tahun lalu kita hanya mendapatkan hamparan padang kpasir, maka tahun ini jamaah akan mendapatkan tenda dan karpet.  Tenda dengan warna dominan biru kini berjajar sepanjang 2 km di pinggir pagar bagian dalam padang Muzdalifah. Tenda biru dengan lebar 5,5 meter itu disiapkan untuk ruang berteduh jemaah haji, jika belum diberangkatkan ke Mina sampai siang pada tanggal 10 Zulhijjah. Diperkirakan sekitar 70% ruang jemaah haji Indonesia di Padang Muzdalifah akan tertutup karpet dengan motif bunga dominan warna merah.

Jemaah haji Indonesia juga akan mendapatkan batu kerikil yang sudah disiapkan Muassasah dalam kemasan kantong. Batu ini akan dibagikan kepada jemaah saat tiba di Muzdalifah. Sehingga jemaah tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari batu kerikil untuk melontar jumrah. Masing-masing akan dibagikan lebih dari 70 buah batu dalam sebuah kantong kemasan yang praktis dibawa.

Kloter 18 BTH Tunjau Armina

Seluruh petugas Kloter dan para ketua rombongan (Karom) Kloter 18 Batam dan Kloter 21 Batam jamaah calon haji (JCH) asal Provinsi Riau yang tergabung dalam Maktab 43, Sabtu (26/8/2017) pukul 09.30 melakukan peninjauan ke lokasi Armina (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Pertama yang dikunjungi rombongan adalah Arafah, dilanjutkan meninjau Muzdalifah dan Mina. Di setiap lokasi, petugas Kloter mulai dari TPHI, TPIHI, dan TKHI, dan TPHD Provinsi Riau serta Karom melihat fasilitas pemondokan yang disediakan oleh Kerajaan Arab Saudi. Juga dipasang spanduk yang bertuliskan Posko Kloter 18 Batam dan Posko Kesehatan di pemondokan Arafah dan Mina.

Jamaah haji Indonesia akan menikmati fasilitas tenda baru di Arafah pada musim haji 2017. Tenda tersebut menggunakan rangka baja aluminium dan dilengkapi dengan tenda anti-api. Tenda baru di Arafah berukuran 25 x 15 meter dengan daya tampung 250 jamaah. Ada juga tenda yang berukuran lebih kecil 10 x 15 meter karena menyesuaikan bidang tanah di Arafah dilengkapi dengan pendingin AC baru sebanyak enam unit dan enam unit kipas angin besar yang dilengkapi dengan spray air.

Setelah melihat langsung lokasi pemondokan di Armina, umumnya petugas Kloter dan para Karom yang tergabung di Maktab 43 merasa puas dengan fasilitas pemondokan yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. Mulai dari tenda, AC, toilet, dapur, listrik dan fasilitas launnya.

Menurut Ketua Kloter 18 Batam, Muhammad Yamin, Maktab 43 terdiri dari tujuh Kloter, yakni Kloter 30 JKS Pemondokan1108, Kloter 08 BPN 1108, Kloter 18 BTH 1108, Kloter 21 BTH 1108, Kloter 06 SOC 1102, Kloter 09 PDG 1103, dan Kloter 07 PLM 1104.

"Disepakati jamaah haji yang tergabung dalam Maktab 53 mulai diberangkatkan ke Armina dari hotel pukul 09.00 WAS sesuai urutan yang telah disepakati," ujar M Yamin. (mus/nik)