0 menit baca 0 %

Kakanwil Tekankan 3 Prinsip Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pendidikan Kepada Anak Didik

Ringkasan: Riau (Inmas) - Bertempat di Hotel Aka Meranti pada Selasa05 September 2017, Kanwil Kemenag Riau melalui Pembimas Budha menggelar kegiatan pembinaan terhadap pengurus Lembaga / yayasan pendidikan agama dan keagamaan  Budha Kab Kepulauan Meranti.Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau...

Riau (Inmas) - Bertempat di Hotel Aka Meranti pada Selasa05 September 2017, Kanwil Kemenag Riau melalui Pembimas Budha menggelar kegiatan pembinaan terhadap pengurus Lembaga / yayasan pendidikan agama dan keagamaan  Budha Kab Kepulauan Meranti.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dihadapan seluruh pejabat yang hadir serta para pengurus lembaga/yayasan pendidikan agama dan keagamaan Budha. AHS mengungkapkan rasa bahagia tersendiri atas nama Kakanwil Kemenag yang tidak hanya mengurusi satu agama tapi semua agama yang ada termasuk Budha, kristen, Katolik, Hindu dan Konghu chu bisa hadir pada kegiatan tersebut. 

Dalam sambutannya AHS mengatakan tugas yang melekat padanya selaku Kakanwil Kemenag Riau, salah satunya yang dilakukan oleh para pengurus lembaga/yayasan  pendidikan ini, ujarnya. Karena itu pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih atas kontribusi tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa Program keagamaan dari pusat hingga daerah, terkait dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan kepada umat secara prinsip ada tiga, yaitu: Pertama, pendidikan umum berciri khas agama, jika dalam agama Islam kita terdapat pada madrasah. Kedua, Pendidikan keagamaan, jika dalam Islam namanya Pondok Pesantren, Di kristen sekolah Minggu, di Budha namanya Sekolah Seka. Ketiga, Pendidikan agama di sekolah, seperti yang sudah tertuang dalam UU bahwa semua anak didik berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama masing masing.

Jika ditemukan di sekolah tertentu tidak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan agamanya, sebaiknya melaporkan kepada pihaknya Kemenag.

Terakhir ia mengharapkan, para pengurus lembaga pendidikan agama Budha bisa mengemban tugas dan tanggungjawab serta menjadi sumbangan terbesar, bagi umat agama Budha. Karena pendidikan tersebut bukan perkara instan, maka sudah seharusnya pendidikan ini digiatkan, ujarnya. "Untuk itu mari kita bangkitkan semangat anak anak kita dalam bidang pendidikan ini, karena anak anak yang berhasil bukan hanya karena kepintarannya tapi karena kesungguhannya, cara kerja kita akan mengikuti hasil". Tidak ada anak yang bodoh, semua anak sama kecuali yang berbeda dalam hal bakat dan minat, ujarnya lagi memberi motivasi.

Sebelumnya Kasubbag TU Kepulauan Meranti, Drs H Sulman sehubungan dengan validitas data agama dan keagamaan, mengatakan  agar kelembagaan yang dikelola oleh Kab Meranti, baik itu pendidikan maupun yayasan agama Budha lainnya, diharapkan lembaga yang sudah didirikan di Meranti tersebut dapat melaporkan ke Kemenag. Hal ini menurutnya penting agar pendataan lembaga keagamaan terdaftar secara resmi diKemenag. Hal tersebut juga akan membantu pihak Kemenag dalam memberikan data yang akurat ke Kemenag Pusat, terang Kasubag TU Meranti. Apalagi satu satunya Penyelenggara lembaga agama Budha di Riau, adalah di Meranti, ujarnya menekankan.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Pembimas Budha Tarjoko SAg, Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Riau Dedi Sahrul S Kom MSi, Penyelenggara Budha Metha Wati SAg, serta para pengurus lembaga pendidikan agama dan keagamaan se-Kab.Kepulauan Meranti.(vera)