0 menit baca 0 %

Kakanwil Soft Opening Percetakan Mubarak Reklame Binaan Baznas

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA Soft Opening Percetakan Mubarak Reklame Binaan Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) Provinsi Riau di Jalan Rambutan Pekanbaru, Kamis (30/3/2017). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baznar Riau H Yurnaldi Edwar, dan pengurus H Azwar Aziz,...

Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA Soft Opening Percetakan Mubarak Reklame Binaan Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) Provinsi Riau di Jalan Rambutan Pekanbaru, Kamis (30/3/2017). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Baznar Riau H Yurnaldi Edwar, dan pengurus H Azwar Aziz, Kakan Kemenag Pekanbaru Edwar S Umar, Kasi Zakat Dr H M Fakhri MA, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota, IZI dan Baznas Pekanbaru, dan undangan.

Dalam sambutannya Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, gembrakan yang dilakukan oleh Baznas Provinsi Riau dengan membuka Percetakan Mubarak yang dikelola oleh 4 orang mustahiq merupakan langkah yang sangat luar biasa, sehingga dana zakat yang disalurkan tidak habis seketika tetapi bisa diberdayakan lebih luas.

"Selama ini dana zakat yang didapatkan hanya disalurkan kepada penerima zakat, saat itu disalurkan saat itu juga habis, apalagi pada bulan Ramadhan, karena memang zakat hanya diberikan sekedarnya dengan prinsip pemerataan. Tetapi langkah membuka percetakan atau zakat produktif, selain akan menghasilkan juga memberdayakan generasi Islam untuk mengembangkan bisnis berbasis syariah," ujarnya bangga.

Untuk itu, Ahmad Supardi sangat mendukung program Baznas Riau dan perlu ditingkatkan untuk masa mendatang. Dengan dana tidak mencapai Rp50 juta, Baznas sudah bisa membuka usaha percetakan dengan memberdayakan generasi muda Islam untuk bergerak dibidang usaha.

"Dunia usaha harus kita kuasai seperti zaman dahulu,  karena sekarang dunia usaha 80% lebih dikuasai oleh china. Padahal rezeki paling banyak berada didunia usaha, sekitar 90 %, sisanya 10% baru dibidang lain. Dengan program ini saya berharap mindset kita yang cenderung jadi pegawai harus dikurangi, karena kalau ingin kaya maka dunia usaha adalah jalannya," jelas Kakanwil seraya mengenang saat ia di Yogyakarta dan membuka usaha dengan berjualan box meteran, dimana setiap hari ia bisa menabung Rp10 ribu perhari dari hasil usahanya, sementara saat ia henkang dan memilih menjadi pegawai gaji yang ia peroleh hanya Rp84 ribu perbulan.

Pilot Project bagi Generasi Islam

Lebih lanjut Ahmad Supardi mengatakan, Percetakan Mubarak Binaan Baznas Provinsi Riau merupakan Pilot Project bagi generasi Islam, sebagai langkah awal untuk membangkitkan kembali dunia usaha dalam Islam dengan tetap berpegang pada syariat Islam. Apalagi jika menengok kebelakang, maka keberhasilan dunia usaha justru dilakukan oleh orang- orang Islam, bahkan Islam dibawa ke Indonesia juga melalui usaha perdagangan yang ada.

"Selain potensi- potensi zakat yang harus terus kita gali maksimal, dana zakat juga harus dialihkan pada upaya pemberdayaan umat dengan membuka usaha- usaha yang berskala kecil tapi bernilai manfaat yang sangat besar," ungkapnya dan berharap Baznas bersama Kemenag terus membangun upaya untuk pengembangan zakat dengan melakukan promosi usaha kesemua sector, tidak hanya sebatas lingkup sendiri. Sehingga, setahun atau dua tahun yang akan datang, mustahiq yang menelola bidang usaha binaan Baznas akan menjadi muzakki.

Ketua Baznas Riau, H Yurnal Edwar mengatakan, Percetakan Mubarak dibuka atas usulan teman- teman di Baznas Riau agar Baznas dapat lebih berkembang. Dumulai dari usaha kecil yang diharapkan dapat melahirkan usaha besar nantinya.

"Kita rekrut generasi Islam yang ingin memulai dunia usaha dari kondisi yang minus dan dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam. Sehingga bidang usaha dengan system syariat Islam tetap berjalan di Bumi Melayu ini," ungkapnya.

Ditambahkan Azwar Aziz, selain Percetakan Mubarak, Baznas Riau tengah mempersiapkan berbagai bidang usaha yang akan dikelola mustahiq yang berkompeten dibidangnya, seperti usaha kripik baznas, emping, ubi, dan air mineral. Jika memungkinkan, Baznas juga akan memiliki Baznasmart.

"Saat ini kita masih lakukan pembahasan dan penjajakan beberapa bidang usaha, sehingga zakat- zakat yang kita salurkan dapat lebih produktif. Dan kita berharap ada fatwa tentang system usaha dari MUI, sehingga apa yang kita lakukan tetap dilakukan secara syariat Islam," harapnya. (mus/anto)