0 menit baca 0 %

Kakanwil Sampaikan 5 Point Penting pada MTQ Siak

Ringkasan: Siak (Inmas)- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ) adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT dalam bentuk menyemarakkan syi ar agama Islam. Untuk itu, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menyampaikan 5 point penting pada MTQ ke-17 Kab...

Siak (Inmas)- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah salah satu upaya kita untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT dalam bentuk menyemarakkan syi’ar agama Islam. Untuk itu, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menyampaikan 5 point penting pada MTQ ke-17 Kabupaten Siak Tahun 2017, Senin (4/9/2017) malam.

Pada sambutannya di acara pembukaan MTQ Siak, Ahmad Supardi, menekankan, 5 point penting dalam pelaksanaan MTQ, yaitu: pertama: Kementerian Agama RI dan LPTQ Nasional telah merumuskan MTQ dengan model baru, yakni dengan memberlakukan E-mtq. E-mtq lahir dari sebuah semangat menghadirkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan MTQ.

“Karena MTQ selain sebagai syiar Islam, juga menjadi momentum baik untuk bersilaturahim antara para Qori, Hafiz Al-Qur’an. Kebijakan ini hendaknya dapat kita ikuti sampai di tingkat kecamatan. Diharapkan kita akan tergerak untuk melakukan pembinaan sehingga peserta MTQ akan bermunculan dari anak tempatan,” ungkap pria yang pernah mengecap di Pondok Pesantren ini.

Kedua, perlu adanya pemetaan dalam melakukan pembinaan para peserta. Dengan pemetaan ini akan nampak apa yang harus kita rencanakan untuk dilaksanakan, apa tantangan dan tahapannya sekaligus dalam pengembangan potensi yang ada di Kabupaten Siak. Sehingga akan ditemukan solusi dalam setiap persoalan dan tantangan yang dihadapi setiap tahunnya.

Ketiga, perlu penguatan dan soliditas kerja LPTQ. Dua hal tersebut di atas merupakan tugas berat bagi LPTQ. Lembaga ini tentu tidak akan dapat berbuat apa-apa, jika tidak mendapat support dari Pemerintah Daerah, sehingga anggaran yang secukupnya, SDM LPTQ yang mumpuni haruslah menjadi perhatian bersama untuk digesa. Sehingga keberhasilan selanjutnya akan diraih di masa berikutnya.

Keempat, lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an seperti MDTA dan TPQ Taman Pendidikan Al-Qur’an juga harus mendapatkan dukungan kita semua. Baik dari sisi infrastrukturnya, kesejahteraan tenaga pengajarnya, jumlah siswa/muridnya yang berkembang, serta kurikulum pendidikan yang baik, akan mempermudah usaha-usaha kita dalam membumikan Al-Qur’an di Bumi Melayu khususnya Kabupaten Siak.

Kelima, ia mengajak untuk memberikan perhatian kepada Insan Qur’an atau Hamalatul Qur'an. “Di antara kita, ada orang-orang yang diberikan kelebihan oleh Allah dalam menghafal Al-quran dan bisa mengaji dengan suara yang indah. Keberadaan mereka ini harus kita fungsikan dengan mengangkat mereka sebagai Imam Besar di Masjid yang dapat sekaligus membina anak-anak yang mempunyai bakat dalam Tilawah ataupun Tahfiz Al-Qur'an,” ujarnya.

Oleh sebab itu kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan baik tempat tinggal dan biaya hidup. Khususkan mereka yang senantiasa dalam pengembangan tilawatil Qur’an. Supaya hafalan Al-Qur'an mereka semakin baik dan dapat menciptakan kader-kader baru, inilah yang dikenal dengan istilah menciptakan Generasi Qur’ani.

“Saya selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, ingin menyampaikan selamat atas terselenggaranya MTQ ke-17 tingkat Kabupaten Siak ini. Setiap tahun Kita berbaur bersama-sama dalam rasa kebersamaan dan ukhuwwah di bawah naungan Al-Qur’an yang insya Allah tentu akan memberikan rahmat dan berhkah bagi kita khususnya di Kabupaten Siak yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Ia juga tak henti-hentinya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Siak atas usahanya secara maksimal untuk mensukseskan perhelatan besar tersebut, begitu pula dengan kegiatan keagamaan yang lainnya, semoga semangat dan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Siak tidak tergerus oleh waktu dan tidak padam oleh zaman.

“Secara kasat mata dapat kita perhatikan bahwa program keagamaan di Kabupaten Siak selalu menjadi program-program yang unggul dan mercusuar di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Syamsuar,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, mantan Kakankemenag Rohul ini menghimbau agar semua pihak dapat mensukseskan pelaksanaan MTQ dengan memberikan kontribusi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing sehingga MTQ ini dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib dan sukses serta dapat mencapai tujuan sesuai dengan keinginan bersama.

“Kontribusi itu dapat diberikan oleh setiap orang termasuk oleh orang kebiasaan yaitu dengan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menodai pelaksanaan MTQ ini,” ungkapnya dihadapan ribuan undangan yang hadir. (mus/ash)