Kampar (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, rayakan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 H, bersama civitas academika (Ulama/Kyai/Ustadz/Ustadzah/Santri/Santriwati/Orangtua wali santri) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Islamy Pantai Raja Kabupaten Kampar, Kamis (21/9/2017).
Ahmad Supardi Hasibuan yang didaulat sebagai penceramah untuk memberikan pencerahan kepada seluruh santri dan santriwati yang sedang menimba ilmu pengetahuan di Ponpes Bzhrul Ulum, menyatakan bahwa peristiwa hijrah dijadikan Khulafaur Rasyidin Amirul Mukminin Umar Ibnu Khattab, sebagai awal penghitungan kalender umat Islam, yang kemudian dikenal dengan Tahun Hijriyah.
Menurutnya, Hijrah ini hendaknya dijadikan sebagai sebuah konsep dalam diri, yang artinya berubah dan melakukan perubahan, dari hal hal yang kurang baik, menjadi hal hal yang lebih baik. Perubahan ini sangat penting, karena tantangan yang dihadapi oleh satu generasi berbeda dengan generasi yang lainnya dan bahkan makin ke depan, tantangannya makin berat.
"Oleh karena itu, setiap orang dan atau setiap generasi harus melakukan perubahan perubahan atas dirinya, sehingga mampu beradaptasi dengan zamannya," ungkapnya.
Ahmad Supardi yang mantan Kakan Kemenag Rohul ini berpesan kepada seluruh santri dan santriwati, bahwa jika ingin mengukir sejarah pada masanya dengan prestasi yang gemilang, diperlukan beberapa langkah penting dan strategis, yaitu: pertama, passion, artinya seseorang harus bergairah dengan pekerjaan dan profesinya, sehingga menghasilkan sesuatu yang maksimal dsn bermanfaat bagi umat.
"Sebahai contoh, seorsng santri harus rajin belajar dengan sungguh sungguh dan dengan penih semangat, yang itu lahir dari dalam dirinya, tanpa ada rasa terpaksa, sehingga belanar menjsdi bahagian dari hidup dan kehidupan seorang santri dan santriwati dimana dan saat apapun ia berada," ujarnya.
Kedua, integritas. Seorang santri haruslah memiliki integritas, seperti trust (terpercaya), amanah, antara ucapan hati pikiran dan tindakannya sama, dan lain sebagainya. Ketiga, memiliki skil atau keterampilan yang dapat dihandalkan. Keempat, memiliki sifat simpati, empati dan mau menolong serta membantu kesusahan orang lain. Kelima, rajin belajar sepanjang hayat, sesuai hsdits Nabi Muhammad SAW, belajari dari buaian sampai liang lahat. (ash/e-m)
Kakanwil Riau Rayakan Tahun Baru Islam di Ponpes Bahrul Ulum
Ringkasan:
Kampar (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, rayakan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 H, bersama civitas academika (Ulama/Kyai/Ustadz/Ustadzah/Santri/Santriwati/Orangtua wali santri) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Islamy Pantai Raja Kabupaten Kampar, Kamis (21/9/2017).Ahm...