0 menit baca 0 %

Kakanwil Riau Ramah Tamah dengan Keluarga Besar MAN 2 Model

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi MA ramah tamah dengan dengan Keluarga Besar MAN 2 Model Pekanbaru, Senin (7/11) di Aula MAN 2 Jalan Diponegoro Pekanbaru. Kakanwil Kemenag Riau dalam sambutannya menyebutkan, pendidikan merupakan program prioritas Kementerian Agam...

Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi MA ramah tamah dengan dengan Keluarga Besar MAN 2 Model Pekanbaru, Senin (7/11) di Aula MAN 2 Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Kakanwil Kemenag Riau dalam sambutannya menyebutkan, pendidikan merupakan program prioritas Kementerian Agama, dan anggaran tersbesar pun terletak pada sector pendidikan. Yaitu, sekitar 80 persen dari seluruh anggaran Kemenag untuk pendidikan  dan 20 persen sisanya baru diperuntukkan untuk pembangunan kegamaan. Secara nasional anggaran pendidikan mencapai Rp60 Trilyun.

“Dari anggaran tersebut, dana paling besar terdapat pada gaji guru, tunjangan profesi guru, sertifikasi, BOS, bantuan siswa miskin, tunjangan fungsional non PNS dan beberapa item lainnya. Sehingga, kesejahteraan guru semakin hari semakin baik, untuk itu bagaimana kita sebagai guru juga memberikan kontribusi yang maksimal untuk Negara dengan menghasilkan anak didik yang luar biasa,” ujar Ahmad Supardi.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Supardi menekankan, agar madrasah- madrasah yang ada di Riau, termasuk MAN 2 yang secara nasional terbaik 2, harus terbebas dari Pungutan Liar (Pungli). Karena beberapa waktu lalu, Presiden RI telah mengeluarkan Pepres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapur Bersih Pungutan Liar.

“Ini adalah tugas dan tanggungjawab kita untuk menciptakan birokrasi yang bersih, jadi kedepan jangan sampai ada pungutan liar di sekolah, sekecil apapaun. Karena pungutan liar selain bertentangan dengan hukum juga telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegasnya dalam rangka mendukung pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera bagi semua pihak.

Selain terkait dengan Pungli, Kakanwil juga menyinggung tentang prosedur baik pangkat bagi guru. Karena saat ini, guru- guru sudah mulai terkendala naik pangkat, khususnya dari III/d ke IV/a, karena proses naik pangkat harus ada penelitian  dan diseminarkan.

“Untuk itu saya sarannya sebaiknya dilakukan bimbingan dengan menggunakan tenaga professional, sehingga guru- guru termotivasi untuk melakukan penelitian. Jadi, pangkat guru- guru kita tidak hanya mentok pada III/d saja,” harapnya.

Sem,entara itu, Kepala MAN 2 Model Pekanbaru Norerlinda M Pd, memberikan apresiasi kepada Kakanwil Kemenag Riau yang baru karena telah hadir di MAN 2 Model Pekanbaru di tengah kepadatan jadwal sebagai Kakanwil.

“Sebelumnya kita sudah menjadwalkan pertemuan dengan Kakanwil pada 28 Oktober lalu, tapi karena kepadatan jadwal beliau, akhirnya kita tunda. Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa bertemu langsung dengan harapan akan ada pencerahan- pencerahan bagi keluarga besar MAN 2 Model,” ujarnya.

Norerlinda menyebutkan, saat ini siswa- siswi MAN 2 Model Pekanbaru saat ini sebagian besar tengah mengikuti berbagai kegiatan, dan telah banyak yang dikirim ke unversitas untuk mengikuti lomba tingkat provinsi maupun nasional.

“Yang terbaru, saat ini 40 anak- anak kita sedang mengikuti pra OSN di SMU 8 untuk mengikuti 9 mata pelajaran, termasuk Teknologi Informasi. Untuk itu, kehadiran Kakanwil ke MAN 2 akan jadi modal bagi kami untuk mendapatkan masukan dan motivasi untuk terus mamacu siswa- siswi madrasah untuk lebih baik,” harapnya. (mus/novam)