Riau (Inmas)-
Prestasi prestasi gemilang yang diraih oleh siswa madrasah utusan MAN
2 Model Pekanbaru diajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2018 di
Padang Sumatera Barat melambungkan nama madrasah, baik di Provinsi, Kanca
Nasional maupun Internasional.
Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, saat menyambut kedatangan rombongan siswa MAN 2 Model Pekanbaru yang menjadi utusan pada OSN 2018 kemarin ke Kanwil Kemenag Riau, Rabu (11/7/2018).
Dalam
penyambutan yang berlangsung di Aula Kakanwil Kemenag Riau, dihadiri oleh Kabag
TU yang diwakili oleh Kasubbag Ortala dan Kepegawaian, H Afrialsah Lubis M Pd,
Kabid Penmad Kanwil Kemenag Riau H Asmuni MA dan Kasi- kasi, Kepala MAN 2 Model
Norerlinda M Pd, guru pendamping dan seluruh siswa utusan OSN.
Kakanwil Kemenag
Riau, Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangganya
atas prestasi yang diperoleh oleh siswa madrasah Riau, apalagi salah seorang
pemenang dari MAN 2 Model Pekanbaru akan menjadi utusan Indonesia di Olimpiade
Ekonomi di Rusia tahun 2018.
“Alhamdulillah
dari 10 anak kita yang ikut OSN, dan merupakan utusan terbanyak dari Riau
berhasil meraih 3 kerjuaraan, yaitu medali emas oleh Shania Rahmi pada cabang
ekonomi dan merupakan satu- satunya perolehan emas yang diraih oleh Provinsi
Riau dan jadi utusan Indonesia ke Rusia. Medali perak diraih oleh M Rifqi
Alkais pada cabang Astronomi, dan Silviana Maharani dengan perolehan perunggu
pada cabang Ekonomi,” ungkapnya bangga seraya memaparkan berbagai prestasi
siswa Madrasah Riau yang luar biasa, seperti lulusan MAN IC 63 % siswanya lulus
di berbagai perguruan tinggi favorit di Indoenesia, Kampung Inggris di MAN
Taluk Kuantan dan lainnya.
Kabid Penmad
Kanwil Kemenag Riau, H Asmuni MA, juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa prestasi
yang ditoreh siswa MAN 2 Model Pekanbaru merupakan hal yang luar biasa. Untuk
itu, kedepan untuk dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan melakukan
pembinaan.
“Secara teknis
kita akan lakukan pembinaan lebih lanjut terhadap siswa kita yang berprestasi,
dan ini sudah kita sampikan ke Direktur Pendidikan Madrasah. Untuk itu, kita
berharap dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Kepala MAN 2
Model Pekanbaru, Norerlinda M Pd didampingi Koordinator Lomba Akademik MAN 2,
Fetras Humadi MM, prestasi yang didapatkan pada OSN Tahun 2018 di Padang,
Sumatera Barat diluar target yang ditetapkan dan patut disyukuri.
“Dari 10
orang siswa untuk mengikuti 6 mata perlajaran dari 9 yang diperlombakan yaitu
Ekonomi, Geografi, Astronomi, Kebumian, Biologi dan Fisika. 3 orang
diantaranya berhasil meraih 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Siswa MAN 2
Pekanbaru satu- satunya penyumbang emas bagi Riau diajang nasional, yaitu
Shania Rahmi medali emas cabang ekonomi, M Rifqi Alkais pada cabang
Astronomi dengan medali perak, dan Silviana Maharani dengan perolehan
perunggu pada cabang Ekonomi,” jelasnya.
Selain itu,
tambah Norerlinda, selain memperoleh medali emas cabang Ekonomi, juara
I cabang Ekonomi Shania Rahmi kembali akan bertarung di Internasional
Economic Olimpiade (IEO) Pertama di Rusia pada 12 September 2018 yang akan
diikuti oleh 30 negara.
“Shania siswa
Kelas XI/XII MAN 2 Model tersebut bersama 2 orang siswa dari MAN IC
Gorontalo dan SMA Jawa Timur akan menjadi utusan Indonesia pada IEO 12
September mendatang. “Ini merupakan IEO pertama yang akan diikuti oleh 30
Negara negara besar lainnya, salah satunya Indonesia. Dan Indonesia akan
mengutus 3 orang siswa, dan dalah satunya adalah anak kita Shania Rahmi yang
kemarin di OSN berhasil meraih medali emas untuk cabang Ekonomi,” jelasnya
seraya menambahkan bawa 3 orang siswa tersebut akan mengikuti Pelatihan
Nasional (Platnas) Tahap II di Jakarta pada 18 Agustus -11 September 2018.
Shania Rahmi
saat dimintai komentarnya mengungkapkan kesannya saat mengikuti OSN Tahun 2018
di Padang, ia mengaku sempat down dan pasrah atas usaha yang dilakukannya saat
hasil tes miliknya tidak bisa tersimpan disistem karena komputer miliknya error
sehingga harus mengulang berkali- kali agar jawabannya dapat tersave di sitem.
“Saya harus mengulang- ulang karena komputer saya rusak saat OSN. Sedangkan untuk persiapan ke IOE, saya akan memperdalam bahasa Inggris saya baik pelafalan, maupun tulisan agar saat olimpiade dapat berjalan lancar,” ucapnya. (mus/belen/eka/faj)