0 menit baca 0 %

Kakanwil: Pekerjaan Kemenag Riau Masih Banyak Terbengkalai

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Riau H Tarmizi Tohor sampaikan bahwa pekerjaan di Kanwil Kemenag Provinsi Riau masih banyak yang terbengkalai. Untuk itu ia mengharapkan inovasi dan kreasi lebih dari semua pihak, mulai Kabag, Kabid, Kasubbag, Kasi sampai semua karyawan.

Pekanbaru (Inmas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Riau H Tarmizi Tohor sampaikan bahwa pekerjaan di Kanwil Kemenag Provinsi Riau masih banyak yang terbengkalai. Untuk itu ia mengharapkan inovasi dan kreasi lebih dari semua pihak, mulai Kabag, Kabid, Kasubbag, Kasi sampai semua karyawan.

“Saya ingin kita semua berinovasi dan berkreasi dalam rangka meningkatkan kinerja, sepanjang semua itu tidak melanggar aturan yang ada.  Jika tak ada juknis dan juklak, kita buat sendiri juknis dan juklaknya selama tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Kalau menunggu perintah terus, kapan kita bisa memajukan lembaga ini,” kata Kakanwil saat upacara Senin (12/10) lalu.

Lebih lanjut Kakanwil menginstruksikan semua peserta agar cepat tanggap darurat terhadap semua informasi yang ada di Kementertian Agama. “Jangan sampai masyarakat lebih tahu duluan dari media tentang Kementerian Agama daripada kita sendiri,” lanjut Kakanwil.

“Untuk itu kita mesti mengikuti perkembangan yang ada di Kemenag ini. Contohnya masalah haji. Kita wajib tahu tentang apa yang terjadi seputar pelaksanaan ibadah haji,” kata Kakanwil.

Lebih jauh Kakanwil berharap kepada semua peserta upacara agar anggaran Kanwil Kemenag Provinsi Riau tahun 2015 dapat terealisasi seratus persen. 

“Kalau mau tanggap dan kreatif, tak akan ada pekerjaan yang tidak selesai,” sebut Kakanwil.

Di akhir amanatnya Kakanwil berharap semua pegawai Kanwil Kemenag Riau agar mengamalkan motto Kementerian Agama yaitu Ikhlas Beramal. 

“Kalau tak ikhlas bekerja, itu sama saja tidak siap menjadi ASN atau PNS Kementerian Agama. Seingat saya, di dunia ini hanya Kementerian Agama yang punya motto yang luar biasa itu. Laksanakan itu, jangan sampai di mulut saja,” ujar Kakanwil. (ghp)