Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA bersama Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Riau Dr H Asyari Nur SH MM, tampil dalam Dialog Interaktif Riau Cemerlang TVRI Riau bahas tentang Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam rangka peringatan Maulid Nabi 1438 H/ 2016 M, Ahad (12/12/2016).
Dalam pemaparannya, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, menegaskan, peringatan Maulid Nabi merupakan momen untuk meneladani sifat Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid juga diharapkan dapat meneladani sifat- sifat Rasulullah SAW, seperti Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah, dan sifat- sifat terpuji lainnya, seperti pemaaf, pemurah, peduli kepada sesama, tawadhuk, penyabar, banyak bertaubat, banyak berzikir, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Dengan peringatan Maulid Nabi, dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan umat Islam, bukan hanya umat Islam Indonesia, tetapi juga umat Islam internasional.
Hal ini sangat beralasan, karena Indonesia adalah umat islamnya terbesar di dunia. Negaranya kaya raya, para ulama dan cendikiawannya lahir bagaikan jamur di musim hujan, perguruan tingginya sangat banyak, madrasah dan Pondok Pesantrennya ada di semua sudut negeri ini. Dan potensi potensi lainnya, yang itu sangat mendukung kebangkitan umat Islam.
Lebih lanjut Ahmad Supardi mengatakan, peringatan Maulid Nabi dimaksudkan untuk dapat mengenang sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengemban misi kenabian dan kerasulan, sehingga agama Islam dapat berkembang begitu pesat, bukan hanya di jazirah Arab, tetapi sampai ke Afrika, Eropa, Asia, dan bahkan sampai ke Indonesia.
Nabi Muhammad SAW telah mengabdikan seluruh kekuatan dirinya dan bahkan hartanya, untuk dapat mengembangkan agama Islam dan bahkan melindungi serta memberdayakan umatnya, sehingga menjadi satu komunitas yang memiliki kekuatan tangguh, yang sangat disegani oleh lawan, khususnya oleh dua kerajaan besar saat itu, yakni kerajaan Bizantium dan Romawi, ungkap Kakanwil mengenang sejarah perjuangan Rasulullah SAW.
Harus diakui bahwa banyak kalangan dari cendikiawan muslim internasional, yang meramalkan bahwa kebangkitan umat Islam, setelah berkuasa dan mengukir peradaban baru selama 700 tahun, kemudian tidur lelap dalam kemunduran sekitar 700 tahun pula, maka 700 tahun fase ketiga, akan lahir dan bangkit kembali umat Islam, yang itu diharapkan dari umat Islam Indonesia. (ash/e-m)