0 menit baca 0 %

Kakanwil Paparkan 4 Manajemen Sukses dalam Dunia Kerja

Ringkasan: Meranti (Inmas)- Untuk sukses dalam kerja khususnya dalam melaksanakan Rapat Kerja (Raker) hendaknya menentukan standar utama untuk pencapaian hari ini dan hari esok. Hal tersebut bisa mengacu pada manajemen atau perencanaan dalam Islam yang tertuang dalam Ayat Al- Qur’an QS Al Hasyr 18 yang artin...

Meranti (Inmas)- Untuk sukses dalam kerja khususnya dalam melaksanakan Rapat Kerja (Raker) hendaknya menentukan standar utama untuk pencapaian hari ini dan hari esok. Hal tersebut bisa mengacu pada manajemen atau perencanaan dalam Islam yang tertuang dalam Ayat Al- Qur’an QS Al Hasyr 18 yang artinya:  “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan,".

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Raker Kemenag Kepulauan Meranti, Selasa (31/1/2017) di Ball Room Afifa Selatpanjang Lantai 2.

Hadir dalam acara tersebut Kabid Penaizsawa Kanwil Kemenag Riau HM Saman S Sos M SI, Kakan Kemenag Meranti H Miskam  MA, seluruh Kasi dan pegawai Kemenag Meranti, Satuan Kerja (Satker) yang ada di lingkungan Kemenag Meranti, BAZNAS, FKUB, Penyuluh Non PNS dan undangan lainnya.

Menurut Ahmad Supardi, ayat tersebut digunakan oleh para ulama untuk berbicara tentang perencanaan jauh sebelum ada ilmu manajemen modern (unsur- unsur manajemen). Umat Islam melalui ayat Al- Qur’an sudah berbicara tentang perencanaan. Dimana ayat tersebut menjelaskan agar senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dan mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok.

"Perencanaan sangatlah penting dalam hidup dan kehidupan sehari- hari, dan Allah mengetahui apa yang kita kerjakan," tegasnya.

Ia mengungkapkan, perencanaan tersebut telah tertuang dalam 4 unsur- unsur manajemen modern saat ini yang perlu diterapkan dalam perencanaan atau Raker. Pertama: planing (perancanaan) terkait apa yang harus dilaksanakan nanti, esok, pekan depan dan masa yang akan datang. Biasaynya disebut perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. "Kalaupun ini ada dalam manajemen moder, tapi ada dalam ajaran agama dan semua agama punya perencanaan seperti ini," ungkapnya.

Kedua; organizing (organisasi) susunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi yang menentukan tugas apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana tugas-tugas nya dan sebagainya. Jika ada salah satu struktur yang kosong, akan melahirkan ketimpangan, jadi perlu segera diisi agar organisasi dapat berjalan baik.

"Sehebat apapun visi dan misi sebuah organisasi tapi tanpa struktur yang baik maka tidak akan berjalan. Begitu juga dengan Kementerian Agama, beberapa jabatan kosong di Kakan Kemenag karena pejabat masuk masa pensiun atau atau mutasi segera kita tetapkan pengganti sementaranya sebelum menetapan pejabat defenitif. Karena untuk jabatan defenitif melalui proses yang telah ditetapkan," jelasnya.

Ketiga; actuating (pelaksanaan), merupakan fungsi manajemen yang utama karena sangat mentukan sukses atau tidaknya sebuah program yang telah direncanakan dan dianggarkan dalam organisasi. "Untuk itu, program yang sudah masuk dalam DIPA hendaknya segera direalisasikan dan dilaksanakan sesuai ketentuannya," ucapnya.

Keempat; controlling (pengawasan) merupakan proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai. Ini adalah usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, membandingkan kegiatan nyata dengan tujuan perencanaan untuk mengetahui apakah semua program telah terlaksana dengan maksimal atau tidak.

"Pengawasan ini biasanya dilakukan dengan cara berjenjang, misalnya Kasi Bimas Islam lakukan kontrol ke KUA- KUA minimal 1 kali dalam 3 bulan, begitu juga dengan Kakan Kemenag dan Kakanwil. Sehingga atasan tahu kondisi kinerja bahawannya di lapangan," ucapnya.

Untuk itu ia berharap, Raker Kemenag Meranti tahun 2017 hendaknya dapat melahirkan program- program yang lebih baik dengan mengacu pada hasil kinerja sebelumnya. Sehingga peran dan fungsi Kementerian Agama dapat berjalan ditengah masyarakat sesuai tugas dan fungsi Kementerian Agama. (mus/zieah)