0 menit baca 0 %

Kakanwil: Negara Dihadang 3 Persoalan Besar, Harus Dihadapi Secara Bersinergi dengan Semua Sektor

Ringkasan: Riau (Inmas)- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang menghadapi 3 persoalan besar yaitu Narkoba, HIV/AIDS dan Korupsi yang harus dihadapi dan diberantas secara bersinergi dengan semua sector, mulai dari pemerintah hingga swasta dan masyarakat.Hal tersebut ditegaskan oleh Kakanwil Kemenag R...

Riau (Inmas)- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang menghadapi 3 persoalan besar yaitu Narkoba, HIV/AIDS dan Korupsi yang harus dihadapi dan diberantas secara bersinergi dengan semua sector, mulai dari pemerintah hingga swasta dan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, Jumat (4/5/2018) usai memberikan materi pada Pertemuan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba, PMS dan HIV/AIDS Provinsi Riau di Hotel Furaya Pekanbaru dengan dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.

“Ada tiga perosalan besar yang dihadapi oleh Negara yang harus dihadapi dengan sungguh- sungguh dengan melibatkan semua sector dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menghadapi tiga persoalan ini Narkoba, HIV/ AIDS dan korupsi harus dilakukan dengan tindakan jihad dengan orang orang sebagai kontrol utama. Jika terjadi penyalahgunaan maka otomatis orang yang melakukannya harus mendapatkan hukuman yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya dan menambahkan untuk mengatasi semua persoalan tersebut yang harus dilakukan adalah dengan pendekatan agama karena semua agama melarang tindakan tersebut.

Kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, Dra T Hidayati Effiza MM, kegiatan Pertemuan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba, PMS dan HIV/AIDS Provinsi Riau merupakan kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan tim penggerak PKK Provinsi Riau dengan tujuan lahir penguatan keluarga dan keimanan untuk menanggulangi permasalahan yang menghadang generasi muda saat ini.

“Kita melibat Kemenag karena kegiatan PKK itu dimulai dari keluarga, penguatan keluarga dengan keimanan. Kami ingin kemenag juga bersama sama untuk mengakhiri HIVS dan NARKOBA khususnya di Provinsi Riau agar perempuan dan anak anak kita terbebas dari HIVS dan NARKOBA,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dra Devi Rusanti MM menambahkan, menambahkan, selain penguatan keluarga dan keimanan, tujuan lain dilaksanakannya pertemuan yaitu memberdayakan perempuan- perempuan melalui dari Kader PKK, dengan materi terkait kesehatan di rumah tangga maupun lingkungan.

“Dari dinas pemberdayaan perempuan sendiri itu kita ada membentuk kelompok yaitu namanya PKDRT  atau penghapusan kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan ibu- ibu PKK sehingga kita, keluarga terdekat dan masyarakat bisa menangani permasalahan yang ada seperti dalam penggunaan narkoba maupun HIV/ AIDS,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pokja 4 PKK Provinsi Riau, Nunik Sukaryaningsih, berharap agar upaya penceghan dan penganggulangan bahaya Narkoba, HIV/ AIDS dilakukan secara berjenjang dan ditindak lanjuti oleh kader kader PKK sampai keluarga yang merupakan ujung tombak pembinaan agar terhindar dari narkoba dan HIV/AIDS.

“Dari Kemenag mohon kiranya juga meningkatkan menguatkan iman dan taqwa karena pencegahan ini tanpa kesadaran yang dilandasi iman dan taqwa tidak akan berhasil,” pungkasnya. (mus/anto/faj)