Riau (Inmas)- Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sedang menghadapi 3 persoalan besar yaitu
Narkoba, HIV/AIDS dan Korupsi yang harus dihadapi dan diberantas secara
bersinergi dengan semua sector, mulai dari pemerintah hingga swasta dan
masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Ahmad Supardi MA, Jumat (4/5/2018) usai memberikan materi pada Pertemuan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba, PMS dan HIV/AIDS Provinsi Riau di Hotel Furaya Pekanbaru dengan dihadiri oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.
“Ada tiga
perosalan besar yang dihadapi oleh Negara yang harus dihadapi dengan sungguh- sungguh
dengan melibatkan semua sector dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menghadapi
tiga persoalan ini Narkoba, HIV/ AIDS dan korupsi harus dilakukan dengan
tindakan jihad dengan orang orang sebagai kontrol utama. Jika terjadi
penyalahgunaan maka otomatis orang yang melakukannya harus mendapatkan hukuman
yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya dan menambahkan untuk
mengatasi semua persoalan tersebut yang harus dilakukan adalah dengan
pendekatan agama karena semua agama melarang tindakan tersebut.
Kepala dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau, Dra T Hidayati Effiza MM, kegiatan Pertemuan Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya
Narkoba, PMS dan HIV/AIDS Provinsi Riau merupakan kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan tim penggerak PKK Provinsi Riau
dengan tujuan lahir penguatan keluarga dan keimanan untuk menanggulangi
permasalahan yang menghadang generasi muda saat ini.
“Kita melibat
Kemenag karena kegiatan PKK itu dimulai dari keluarga, penguatan keluarga dengan
keimanan. Kami ingin kemenag juga bersama sama untuk mengakhiri HIVS dan
NARKOBA khususnya di Provinsi Riau agar perempuan dan anak anak kita terbebas
dari HIVS dan NARKOBA,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dra Devi Rusanti MM menambahkan, menambahkan, selain penguatan keluarga dan keimanan, tujuan lain dilaksanakannya pertemuan yaitu
memberdayakan perempuan- perempuan melalui dari Kader PKK, dengan materi
terkait kesehatan di rumah tangga maupun lingkungan.
“Dari dinas
pemberdayaan perempuan sendiri itu kita ada membentuk kelompok yaitu namanya PKDRT atau penghapusan kekerasan dalam rumah tangga
yang melibatkan ibu- ibu PKK sehingga kita, keluarga terdekat dan masyarakat
bisa menangani permasalahan yang ada seperti dalam penggunaan narkoba maupun HIV/
AIDS,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Pokja 4 PKK Provinsi
Riau, Nunik Sukaryaningsih, berharap agar upaya penceghan dan penganggulangan bahaya Narkoba, HIV/ AIDS
dilakukan secara berjenjang dan ditindak lanjuti oleh kader kader PKK sampai
keluarga yang merupakan ujung tombak pembinaan agar terhindar dari narkoba dan HIV/AIDS.
“Dari Kemenag mohon
kiranya juga meningkatkan menguatkan iman dan taqwa karena pencegahan ini tanpa
kesadaran yang dilandasi iman dan taqwa tidak akan berhasil,” pungkasnya. (mus/anto/faj)