Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menjadi nara sumber bersama DANREM 031 Wirabima Riau pada acara Dialog Kebangsaan yang ditaja oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Riau- Kepri, Sabtu (17/6/2017) di aula Masjid Raya An Nur Provinsi Riau.
Dalam pemaparannya yang berjudul "Memperkokoh Keislaman dan Keindonesiaan dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia", ia menyebutkan, bagi umat Islam Indonesia, antara keislaman dan Keindonesiaan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi antara satu sama lain. Keduanya tak bisa dipisahkan, karena sudah menjadi satu kesatuan, yang terumuskan dalam idiologi bangsa, yakni Pancasila.
Menurutnya, Pancasila telah menjadi perekat kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus dalam beragama. Karena memang sila sila dari pancasa itu adalah berasal dari ajaran ajaran pokok agama Islam, seperti Ketuhanan, Adil, Adab, Persatuan, Rakyat, Hikmat, Musyawarah, Wakil.
"Bahkan idiom idiom tersebut diambil dari bahasa Arab dan bahkan bahasa Alquran, seperti Adil, Adab, Rakyat, Hikmat, Syuro, Wakil, dan Adil. Kata Adil bahkan disebutkan dua kali dalam rumusan Pancasila," ucapnya.
Oleh karenanya, menurut mantan Kakan Kemenag Rohul ini, seorang yang beragama dan menjalankan agama Islam dengan baik dan benar, maka dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan adalah pancasilais sejati, dalam arti komitmen keislaman dan keindonesiaannya tidak diragukan lagi.
Ahmad Supardi yang alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Prov Sumatera Urara ini, lebih lanjut mengatakan, bahwa komitmen umat islam Indonesia, yang diwakili oleh para tokoh tokohnya, tidak diragukan lagi, dalam hal menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan mereka rela menghapus tujuh kata dalam rumusan Pancasila yang sekarang dikenal dengan Piagam Jakarta itu, yakni Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya, diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Mantan Menteri Agama H Alamsyah Ratu Perwira Negara mengatakan bahwa ini adalah salah pengorbanan umat Islam terhadap bangsa dan negara Indonesia, sehingga negara ini tetap bersatu dari Sabang Sampai Merauke. Tanpa pengorbanan ini, maka dapat dipastikan bangsa Indobesia sudah terpecah belah," ucapnya dan pria yang masih menjabat Ketua Umum KAHMI Kab Rokan Hulu ini, berharap agar adek- adek HMI dapat meningkatkan lima wawasan pokok, yakni wawasan keislaman; wawasan kebangsaan; wawasan kwcendekiaan; wawasan kepemimpinan; dan wawasan kesejahteraan. (ash/e-m)
Kakanwil Nara Sumber Dialog Kebangsaan BADKO HMI Riau- Kepri
Ringkasan:
Riau (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menjadi nara sumber bersama DANREM 031 Wirabima Riau pada acara Dialog Kebangsaan yang ditaja oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Riau- Kepri, Sabtu (17/6/2017) di aula Masjid...