0 menit baca 0 %

Kakanwil Minta KBIH Tingkatkan Kemandirian Jemaah Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Ringkasan: Riau (Inmas) Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA duduk bersama dengan para KBIH kota Pekanbaru di Aula Utama Kanwil Kemenag Riau pada Kamis (12/09).Dalam sambutannya Mahyudin mengingatkan pentingnya usaha bersama dalam memandirikan jemaah saat melaksanakan ibadah haji.Proses bimbingan ibadah bert...

Riau (Inmas) – Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA duduk bersama dengan para KBIH kota Pekanbaru di Aula Utama Kanwil Kemenag Riau pada Kamis (12/09).

Dalam sambutannya Mahyudin mengingatkan pentingnya usaha bersama dalam memandirikan jemaah saat melaksanakan ibadah haji.

Proses bimbingan ibadah bertujuan agar jemaah mandiri. Proses pembinaan harus berorientasi memandirikan jemaah," tegasnya.

Menurut Mahyudin, proses memandirikan jemaah itu dilakukan melalui bimbingn manasik. Karenanya, setiap jemaah harus mengikuti manasik, baik melalui KUA maupun KBIH.

Kakanwil mengaku sangat membutuhkan kerja sama forum terutama KBIHnya, sehinga jemaah haji bisa betul betul siap untuk menunaikan ibadah haji.

Kemitraan ini, sangat perlu dibangun.  Ia menyebut beberapa tahun terakhir ini, ia menilai jemaah haji pemula yang belum memiliki pengalaman menunaikan ibadah haji. “Untuk itu perlu bimbingan serius dari para KBIH supaya mereka betul siap menunaikan ibadah haji”, katanya.

Selain itu tantangan lainnya adalah, jemaah haji Riau untuk angka ristinya sangat tinggi dibanding tahun tahun sebelumnya.

Terlebih lagi saat ini Kemenag terus berbenah dengan misi menjadikan calon jemaah agar menjadi jemaah haji mandiri. Bahkan hal ini sudah digaungkan oleh Kemenag sejak beberapa tahun yang lalu.

Ia menambahkan, terkait jumlah kuota jemaah terbanyak untuk Provinsi Riau adalah Jemaah Kota Pekanbaru ketimbang kabupaten/kota yang lain.

Tentu harapan kita bimbingan yang akan dilakukan  bisa merata sesuai dengan porsi dan kebutuhan kuota masing masing kabupaten kota.

Kakanwil menilai untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan bimbingan  terhadap seluruh  jemaah di Riau perlu dibentuk forum di tingkat Kabupaten/kota.

Misalnya saja tahun kemarin Kemenag sudah melahirkan sebuah inovasi yang terkait dengan sistem zonasi. “Ada zonasi kloter dan ada zonasi untuk di Arab Saudi”, sebutnya.

Ia mengungkapkan sesuai laporan yang diterimanya dari petugas kloter maupun PPIH dari Arab Saudi sistem zonasi yang dilakukan di Arab Saudi sangat membantu dan mempermudah  jemaah, kata Mahyudin.

Begitu pula untuk zonasi pembentukan susunan kloter, di Riau sendiri tidak menemukan kendala. “Kita di Riau karena kuotanya masih kecil, tidak terlalu menemukan kendala”,katanya.

Ia berharap, kedepan berhubung jemaah yang ada di kota Pekanbaru merupakan jemaah jumlah terbanyak di Riau, maka penyusunan kloter harus berdasarkan zonasi kecamatan. “Jemaah bisa dibagi oleh  KBIH, sehingga jemaah yang berada pada Kecamatan A misalnya bisa mendapatkan bimbingan secara maksimal” katanya.

Intinya bagaimana KBIH ini bisa berjalan dengan baik, jangan sampai KBIH telah terbentuk, tapi tidak pernah melakukan bimbingan kepada jemaah, tekan Mahyudin.

Terakhir Mahyudin menyinggung terkait sertifikasi pembimbing. Pihaknya mengaku akan berupaya untuk menyegerakan kerjasama MOU antara Ditjen PHU Kemenag RI dengan pihak UIN akan bisa ditindaklanjuti kembali.

“Hasil koordinasi dengan pihak UIN pihak masih terus menelusuri kembali MoU yang sudah pernah ada terkait sertifikasi pembimbing haji”,jelasnya.

“Bentuklah forum ini, kita musyawarahkan dan sampaikan ide ide yang bisa menjadi solusi dan kebijakan kebijakan untuk bisa ditindaklanjuti menuju progress dimasa depan”, katanya.

“Selamat bermusyawarah semoga bisa menghasilkan output positif yang bermanfaat demi kepentingan jemaah dan kepentingan Forum komunikasi Kelompok Bimbingan Jemaah Haji Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru”, tutupnya.

Sementara itu sebelumnya ketua Forum KBIH Riau DR H Azwar Aziz SH MSi melaporkan jumlah peserta yang hadir pada kegiatan itu sebanyak 14 KBIH  dari 24 KBIH yang ada di Kota Pekanbaru. 

Azwar Aziz SH.MSI.melaporkan bahwa banyak KBIH yang  tidak memenuhi syarat dan masih banyak yang tidak  mendapatkan jemaah untuk dibimbing.

Ia berharap dan meminta arahan dari Kepala Kanwil Kemenag Riau untuk bisa membentuk zona setiap kecamatan. Dikatakannya pada  pertemuan itu juga akan di bentuk forum KBIH kota Pekanbaru yang sudah lama tidak aktif.(vera/Anto)