Riau (Inmas) - Guna memastikan serta mempersiapkan pelaksanaan penyelenggaraan haji 2020 yakni penetapan jadwal keberangkatan dan kepulangan jamaah haji, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar rapat lintas sektoral bersama instansi terkait, hari ini, Senin (24/02/2020).
Kepala Kanwil Kemenag Riau mengatakan, pada tahap awal ini memastikan kesiapan terkait haji 2020 terutama masalah asrama haji, sarana dan prasarana serta kesiapan administrasi.
" Kita bahas yang inti dulu dari segi pelayanan, pembiayaan serta kesiapan dan daya tampung jemaah haji di Embarkasi Haji Antara Riau." Katanya.
“Seandainya tahun lalu gagal, tentu tahun ini tak akan keluar. Apalagi usul untuk embarkasi tahun ini berbeda dengan tahun lalu,” ungkapnya.
“Bila tahun lalu diantarkan ke Dirjen Haji, tahun ini diserahkan langsung oleh Gubernur ke Menteri Agama dan untuk usul sudah sampai ke Menag.” Tukasnya.
Kegiatan ini sangat penting, terlebih sudah lama berjalan, sambungnya. “ Saya menginisiasi kegiatan lintas sektoral ini pada tahun 2009, saya yang membuat proposalnya dulu, sampai sekarang alhamdulilah berlanjut.” Katanya.
Ia menilai apa yang tengah dilakukan hari ini adalah forum berdiskusi intinya untuk satu visi pelayanan jamaah haji lebih baik lagi. Nanti ada perluasan ruangan kedatangan Embarkasi Haji Antara dan proses x ray bagaimana agar bisa diluar, lanjutnya.
Mahyudin menjelaskan hari ini kemenag, banyak melahirkan inovasi inovasi baru dalam pelayanan haji. Akan ada kebijakan manasik sepanjang tahun, dapat menerima manasik kapan saja.
"8 kali pertemuan manasik dalam setahun selama ini kurang memadai, tahun lalu lebih parah lagi." Imbuhnya.
Selain itu Kemenag tahun ini juga akan melaksanakan prioritas untuk usia lanjut. "Tentu ini bukan mudah, ini tugas berat, karena jemaah usia lanjut lebih susah dari pads usia yang di bawahnya.
Satu sisi kita membantu mereka, tapi sisi lain sebuah tantangan berat juga.
Untuk itu, sangat diharapkan para stakeholder di kabupaten/kota dapat menjelaskan kepada jemaah terkait quota.
Lebih jauh, Mahyudin mengulas kebijakan lain Kemenag pada tahun ini terkait penambahan terhadap makan jemaah haji. "Dari 40 x menjadi 50 x selama di Makkah" ,jelasnya. Bahkan untuk Living cost jemaah akan diberikan dalam bentuk kartu.
Terkait persiapan tentu kita perlu diskusi bersama. "Alhamdulillah indeks kepuasan jemaah ada peningkatan. Tentu ini tidak terlepas dari kerjasama kita." Tukasnya.
Pihaknya mengaku melalui survey yang sudah dilakukan terkait kepuasan jemaah atas pelayanan haji tahun 2019, cukup bagus. "Mudah mudahan kedepan kita bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik, terutama soal air." Tandasnya.(vera)