0 menit baca 0 %

Kakanwil: Mari Perhatikan Insan Alquran

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) – Mari kita semarakkan Gerakan Maghrib Mengaji dan Gerakan Kembali ke Surau. Walaupun beberapa kabupaten kota sudah menggalakkannya tapi perlu kita tingkatkan terus. Ayo kita kampanyekan terus untuk menambah spirit dan semangat dalam gerakan maghrib mengaji ini.

Pekanbaru (Humas) – Mari kita semarakkan Gerakan Maghrib Mengaji dan Gerakan Kembali ke Surau. Walaupun beberapa kabupaten kota sudah menggalakkannya tapi  perlu kita tingkatkan terus. Ayo kita kampanyekan terus untuk menambah spirit dan semangat  dalam gerakan maghrib mengaji ini. Karena dengan perkembangan teknologi informasi yang juga berdampak negatif, di antaranya membuat anak-anak malas membaca Alquran dan malas ke surau. Padahal budaya dan kebiasaan itu sangat akrab bagi kita pada beberapa dekade yang lalu. Tapi sekarang sudah mulai hilang seiring perkembangan zaman karena pada waktu maghrib itu siaran televisi semakin menarik sehingga membuat orang malas ke mesjid dan musalla.

Hal itu disampaikan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs H Tarmizi Tohor MA saat memberi sambutan pada pembukaan MTQ ke-48 Tingkat Kota Pekanbaru, Selasa malam (07/04) di Lapangan Bukit Senapelan.  

Lebih lanjut Kakanwil menyebutkan, Pondok Pesantren Alquran atau Daarul Quran sudah ada di Riau tapi belum fokus dan dapat mengukir prestasi pada beberapa event MTQ. Untuk itu, katanya di kota Pekanbaru perlu ada pesantren yang fokus pembinaan bidang bidang tahfiz, tilawah dan seterusnya. Jika ini terwujud, kata Kakanwil, lima tahun ke depan insya Allah, Provinsi Riau akan kebanjiran qori/qariah, hafiz/hafizah, khattat/khattatah dan lain-lain.  

“Mari kita berikan perhatian pada insanul quran. Keberadaan mereka ini perlu kita fungsikan dengan mengangkat mereka sebagai imam di mesjid sekaligus membina anak-anak yang mempunyai bakat dalam tilawah, tahfiz dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, kesejahteraan mereka harus kita perhatikan,” lanjut Kakanwil.

Kakanwil juga menyapaikan bahwa Menteri Agama RI berharap supaya setiap daerah harus memiliki kekhasan  dalam mengembangkan seni Alquran.

“Tidak ada pengabdian yang paling utama kecuali mempelajari dan memahami serta mengamalkan nilai Alquran dan mensiarkannya. Untuk itu LPTQ harus membangun paradigma dan mengarahkan aktivitas pembinaannya secara komprehensif dan berkesinambungan. Sehingga pembinaan ke depan tidak seperti yang selama ini terkesan hanya untuk tampil pada even musabaqah semata. Tetapi yang menjadi azam kita adalah mempersiapkan generasi kita sebagai anak negeri yang mampu membaca dan memahami kitabullah ini,” tandas Kakanwil.

Sebagai instansi yang mengayomi bidang keagamaan di Provinsi Riau, Kakanwil sangat berterima kasih kepada para kepala daerah yang telah memberikan sumbangan besar bagi pembangunan bidang keagamaan khususnya bidang pendidikan dan pengamalan ajaran yang terknadung dalam Alquran. Apresiasi yang besar juga ia sampaikan kepada Walikota Pekanbaru karena dengan kesungguhan Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah menggalakkan program Maghrib Mengaji  yang bertujuan memberantas buta aksara Alquran dan menciptakan generasi penerus Alquran di kota yang madani. 

“Harapan kita, semoga Kota Pekanbaru dapat menghasilkan qari/qariah yang terbaik untuk MTQ Tingkat Provinsi Riau yang akan dilaksanakanan di kabupaten Siak nantinya,” lanjut Kakanwil.

Di akhir sambutannya, Kakanwil Kemenag Riau yang merupakan anak jati Melayu membaca dua buah pantun, di antaranya: Tuan dan Puan pergi bersampan/ Menyeberang tenang di laut dalam/ Alquran jangan sekedar dilombakan/ Diamalkan sehari-hari paling diafdhalkan. 

Hadir pada pembukaan MTQ Kota Pekanbaru ke-48 sejumlah pejabat Pemerintah Kota Pekanbaru seperti Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT, Sekda Kota Pekanbaru Syukri Harto, Kakan Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Erdwar S Umar MAg, Ketua MUI Kota Pekanbaru Prof DR H Ilyas Husti MAg MPM, unsur DPRD Kota Pekanbaru serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Pekanbaru. Acara yang meriah tersebut menghadirkan H Darwin Hasibuan, Qary terbaik II pada MTQ Internasional di Kuala Lumpur Malaysia. (ghp)