0 menit baca 0 %

Kakanwil Lepas Kontingen Mufakat IV Riau ke NTB

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemanag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Pekapontren, Drs H Ruslan S HI dan Kasi Pengembangan Santri Herra Firmansyah S Ag, Sabtu (16/7) di Hotel Olgaria Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru melepas secara resmi K...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemanag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, didampingi Kabid Pekapontren, Drs H Ruslan S HI dan Kasi Pengembangan Santri Herra Firmansyah S Ag, Sabtu (16/7) di Hotel Olgaria Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru melepas secara resmi Kontingen Musabaqah Fahmil Kutup Turast (Mufakat) IV Provinsi Riau tahun 2011 untuk mengikuti Mufakat tingkat Nasional pada 17-25 Juli 2011 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam sambutannya, Asyari Nur mengungkapkan rasa bangganya dengan banyaknya jumlah peserta Mufakat yang dulu dikenal dengan Musabaqah Qiraatil Kutub (MKQ) yang akan ikut diajang nasional untuk tahun keempat. Pada tahun pertama, MQK tingkat Provinsi hanya diikuti oleh satu Pondok Pesantren (PP), namun pada tahun keempat Provinsi Riau sudah mampu merekrut peserta terbaik MQK dari 9 PP yang tersebar di Provinsi Riau. "Dengan semakin banyaknya pesrta MQK menunjukkan semakin maju berkembangnya PP yang ada di Riau," tegasnya. Asyari mengakui, selama ini Provinsi Riau sudah jauh tertinggal dan kecolongan dengan keberadaan PP, keberadaan pondok pesantren di Riau memang cukup banyak, tetapi banyak pondok pesantren yang hanya belajar mengaji dan mengafal al- quran, tampa memperdalam bidang keilmuan lain, khususnya memperdalam dan mempelajari kitab kuning. Lebih tragisnya lagi, masih ada pondok pesantren yang sama sekali tidak memilki kiyai, sehingga keberadaan pondok pesantren sama sekali tidak maksimal. "Kondisi kehidupan beragama di pondok pesantren cukup memprihatinkan, apalagi tampa adanya seorang kiyai. Karena tampa kehadiran seorang kiyai maka tidak akan ada pendalaman agama di Pondok Pesantren tersebut, akibatnya santri tamtan PP hanya bisa mengaji dan ceramah saja," ungkapnya prihatin. Untuk itu, keberadaan PP di Provinsi Riau terus dibenahi secara bertahap agar mampu melahirkan santri- santri yang tidak hanya mampu mengaji dan ceramah, tapi juga mendalami berbagai ilmu yang berhubungan dengan al- quran atau kitab kuning. "Kedepan kita berharap, santri Riau tidak hanya menyumbangkanjuara harapan pada MQK nasional, tapi bisa menjadi yang terbaik," harapnya. (msd)