0 menit baca 0 %

Kakanwil Kunjungi Pesantren Almunawwarah yang Terbakar

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) - Senin (30/12) pukul 14.30 WIB api mengamuk, melahap lima bangunan asrama MTs putra pesantren Al-Munawwarah yang terletak di jalan Pesantren kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Tanpa ampun, si jago merah melibas bangunan dan membuat seorang santri menghembuskan napas terakhir.

Pekanbaru (Humas) - Senin (30/12) pukul 14.30 WIB api mengamuk, melahap lima bangunan asrama MTs putra pesantren Al-Munawwarah yang terletak di jalan Pesantren kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Tanpa ampun, si jago merah melibas bangunan dan membuat seorang santri menghembuskan napas terakhir. Lelaki yang dipanggil Allah Swt. tersebut bernama Naufal Saputra. Kini ia sedang  berada di kelas 2 Mts, berasal dari Desa Simalinyang Kabupaten Kampar. Selain itu, seorang siswa lagi yang bernama Rizki Naldo terkena luka bakar dan dilarikan ke kilinik terdekat.

Menurut keterangan pihak pesantren, api diperkirakan berasal dari Konslet arus listrik di bangunan asrama.

Buya HT Busra BA, Pondok Pimpinan Pesantren Al Munawwarah tampak tenang di tengah kerumunan para ustadz dan santrinya sambil sesekali menerima tamu yang berkunjung. Menurut Buya, ini merupakan musibah sebagai ujian dari Allah Swt. “Bukankah kata Allah, orang yang beriman akan diuji? Untuk itu kita harus sabar supaya kita bisa naik tingkat,” katanya. Selain itu kata Buya, mana lagi tempat yang paling baik di dunia ini selain pesantren. “Untuk itu jangan terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa di sini,” ujarnya tenang dan sesekali tersenyum.

Buya Busra pada kesempatan itu mengimbau wali santri yang mendapat musibah supaya bersabar karena ini merupakan ketentuan Allah Swt. di samping itu beliau juga mengharapkan semua pihak untuk menginstrospeksi diri dan memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan selama ini.

“Mari kita jadikan ini sebagai pelajaran. Pastilah ini semua ada hikmahnya,” ujar Buya.

Selasa (31/12) Drs H Tarmizi Tohor MA, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau mengunjungi lokasi pesantren yang terkena musibah dan menyerahkan sumbangan beras kepada pihak pesantren. Selain itu, Kemenag Kota Pekanbaru  juga menyumbangkan pakaian bekas dan lain-lain.

Pada kesempatan itu, Kakanwil berpesan supaya semua pihak yang mendapat musibah agar bersabar. Kakanwil yang didampingi Kabag TU dan beberapa Kepala Bidang selain melihat kondisi asrama yang terbakar juga menyempatkan diri mengunjungi dua lokal yang baru dibangun Kementerian Agama dari dana DIPA Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Riau.

“Karena asrama terbakar, mungkin dua lokal yang baru kita bangun ini bisa digunakan untuk sementara sebagai tempat menginap santri kita,” ujar kakanwil.

Usai menerima Kakanwil dan beberapa tamu, Buya HT Busra bersama para ustadz dan santri bertolak ke Simalinyang, mengunjungi rumah wali santri yang meninggal dunia. (ghp)