0 menit baca 0 %

Kakanwil: Kementerian Agama Dibutuhkan Semua Sektor Kehidupan

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Pada 3 Januari 2017, genap usia Kementerian Agama (dulu Departemen Agama) ke- 71. Jika dilihat dari sisi sejarah, Kementerian Agama merupakan kementerian pertama  pasca Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sekitar 4,5 bulan berikutnya tepatnya 3 Januari 1946 Kementerian Agama did...

Pekanbaru (Inmas)- Pada 3 Januari 2017, genap usia Kementerian Agama (dulu Departemen Agama) ke- 71. Jika dilihat dari sisi sejarah, Kementerian Agama merupakan kementerian pertama  pasca Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sekitar 4,5 bulan berikutnya tepatnya 3 Januari 1946 Kementerian Agama didirikan dibawah Menteri Agama Sekjen Kementerian Agama pertama HM Rosyidi.

Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, dalam sambutannya pada Resepsi HAB ke-71 Kementerian Agama di Aula Islamic Center UIN Suska Riau Pekanbaru, Selasa (3/1/2017).

Sebagai kementerian pertama, hal tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Kementerian Agama pada semua sector kehidupan memang sangat dibutuhkan. Berkaca dari orde baru, dimana hampir semua program pembangunan disampaikan melalui pintu dan bahasa agama.

“Untuk itu di usia ke- 71 tahun ini, saya mengajak kita semua untuk bangga menjadi pegawai Kementerian Agama, baik yang di UIN, KUA, Madrasah dan semua sector terkait. Seperti yang dikatakan Rektor UIN Suska bahwa Kemenag tempat kita mengabdi, hal tersebut sangat tepat, dan saya juga menambahkan, selain tempat mengabdi Kemenag juga merupakan tempat kita hidup dan mencari nafkah. Untuk itu, timbulkan rasa memiliki terhadap Kemenag dengan meningkatkan kinerja, disiplin dan rasa tanggungjawab,” tegasnya.

Wujudkan Embarkasi Riau

Selain itu, kata Ahmad Supardi, membangun sinegri dan silaturrahim dengan semua sector, khususnya Pemerintah Daerah sangat penting dalam mewujudkan program- program yang mensejahterahkan masyarakat, termasuk pembangunan embarkasi antara tahun 2017 dan embarkasi penuh pada tahun 2018.

Sejak beberapa tahun lalu, ungkap Ahmad Supardi, pada masa kepemimpinan Kakanwil Kemenag Riau terdahulu, Abdul Gafar Usman, Asyari Nur, dan Tarmizi Tohor menginginkan adanya Embarkasi kedua di Riau, namun keinginan tersebut belum dapat tereaslisasi. Untuk itu, pada masa kepimpinannya sebagai Kakanwil Kemenag Riau  setelah Tarmizi Tohor, ia juga bertekat memperjuagkan terwujudnya keinginan masyarakat Riau untuk memiliki embarkasi sendiri.

“Sebelumnya Riau sudah memiliki embarkasi yaitu embarkasi batam, yang merupakan embarkasi satu-satunya berdiri tampa melalui embarkasi antara dan dikelola sekitar 7 tahun oleh Kemenag Riau. Namun karena terjadi pemekaran, maka embarkasi Riau tersebut masuk dalam wilayah Kepulauan Riau dan menjadi embarkasi Batam,” jelas Ahmad Supardi.

Ia menambahkan, perjuangan Kemenag Riau bersama Pemrov Riau untuk mewujudkan adanya embarkasi ke 2 di Riau, minimal embarkasi antara pada tahun 2017, sudah mendapat izin prinsip dari Menteri Agama dengan catatan melengkapai sarana dan prasarana yang masih kurang, dan hal tersebut telah dipersiapkan.

“Kalau dihitung- hitung cost yang dieluarkan untuk kebutuhan jamaah ke embarkasi Batam mencapai Rp35 M setiap tahunnya. Untuk itu, alangkah baiknya jika ini dialihkan untuk mempersiapkan asrama dan bandara, sehingga pada tahun 2018 sudah bisa digunakan untuk mengefesiensikan waktu dan biaya jamaah ke tanah suci,” ujarnya. “Untuk itu, mari kita bekerjasama dan berjuang untuk mewujudkan apa yang menjadi impian masyarakat Riau,” tegasnya dan mengakhiri kata sambutannya dengan yel- yel “Hidup Kementerian Agama, Hidup Kementerian Agama, Hidup Kementerian Agama…!!”.

Pada acara resepsi HAB ke-71 Kemenag Riau, ditandai dengan penandatangan Deklarasi Zona Integeritas Kementerian Agama oleh Gubernur Riau, Kakanwil Kemenag Riau, Rektor UIN, STAIN Bengkalis, yang diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Agama. Hal tersebut untuk mendukung program pemerintah Sapu Bersih Pungutan Liar disemua sector pelayanan. (mus/vam/ady/jon/sob)