Siak (Humas) – Usai melaksanakan Rapat Koordinasi di Hotel Grand Mempura Siak Sri Indrapura, Kakanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia melaksanakan napak tilas ke istana Siak Sriindrapura. Para kakanwil yang datang dari seluruh Indonesia tersebut merasa kagum atas kebesaraan peradaban Melayu di Tanah Riau pada masa dahulunya.
HM Ali Irfan SE MM M.Ak, Kakanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara menanyakan di mana beradanya mahkota kerajaan Siak sekarang? Salah-seorang menjawab kalau mahkota tersebut sudah diserahkan kepada Presiden Sukarno karena saat Indonesia merdeka, Sultan Siak langsung menyatu dengan NKRI.
“Inilah bukti cinta orang Melayu Riau kepada negara Indonesia,” kata seseorang yang tak mau disebut namanya tersebut.
“Sesudah mahkota dan daulat diserahkan, bahkan minyak bumi sebagai hasil sumberdaya alam terbesar juga ikut diserahkan, Tapi apa yang didapatkan Riau?” katanya tersenyum datar dan meninggalkan rombongan Kakanwil tersebut.
Setelah mengelilingi dan menikmati sejumlah artefak sejarah yang terdapat di dalam istana, para Kakanwil pun menaiki tangga dalam istana, menuju lantai dua.
Usai menyaksikan satu-persatu peninggalan kebesaran Melayu di masa lampau tersebut, sebanyak 29 0rang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia pun menuju kota Pekanbaru. Mereka menuju Mesjid Agung An Nur Provinsi Riau. Salah seorang Kakanwil didaulat menjadi khatib, yaitu Prof Dr H Hatamar MAg Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung. (ghp)