Rokan Hilir (inmas) – Kakanwil Kemenag Riau H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA, melaksanakan kunjungan kerja sekaligus menyampaikan ceramah agama dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Simpang Benar, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (14/12/2017).
Kunjungan Kakanwil kali ini tidak didampingi Kakan Kemenag Riau H. Agustiar, karena kondisi badan yang kurang fit dan berbarengan dengan kesibukan H. Agustiar di arena MTQ ke 36 tingkat prov. Riau di Dumai, sebagai koordinator lomba.
Namun demikian saat dihubungi inmas Kemenag Rohil via cellular pada hari Rabu, beliau sudah mewakilkan kepada Kasi Penmad Drs. H. Naini, M.Pd.I untuk mendampingi Kakanwil Kemenag Riau dalam melaksanakan kunjungan kerjanya di pondok pesantren Bidayatul Hidayah.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, bahwa diantara kegiatan kunjungan kerjanya kali ini adalah peresmian ruang kelas baru. Usai peresmian RKB, Kakanwil menemui para santri dan jamaah untuk menyampaikan taushiyah maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam taushiyahnya Kakanwil memaparkan, kiprah pondok pesantren sudah berbeda dengan masa lalu. Dalam proses pengajaran pesantren, selain diberi ilmu keagamaan secara teoritis, juga diberikan pembekalan life skill tentang ilmu keterampilan.
"Ada kiat-kiat lain untuk memajukan pondok pesantren yaitu memanfaatkan tanah-tanah wakaf inilah yang diberdayakan. Karena itu santri sebenarnya lebih siap mandiri daripada anak sekolahan, karena ada keterampilan yang mereka dapatkan dan sudah dibiasakan sebelumnya." katanya.
AHS juga menambahkan mental dan spiritual menjadi nilai tambah bagi Pondok Pesantren dibanding dengan sekolah lainnya. Maka dari itu banggalah menjadi santri, karena santri mempunyai nilai tambah dari siswa sekolah lain.
"Santri setiap hari berdzikir kepada Allah, dan setiap hari menyebut kalimat tayyibah." Ungkapnya
KaKanwil juga memberikan apresiasi kepada orang tua santri karena telah memasukkan anaknya di pondok pesantren, begitu juga dengan para ustadz dan ustadzah yang senantiasa mendidik para santri Kakanwil mengucapkan terima kasih.
“Saya mengajak kepada segenap masyarakat untuk memberi dan berjuang dengan harta dan jiwa sebagai amal jariyah,” ungkapnya.
Di sesi taushiyah maulid, H. Ahmad Supardi menceritakan betapa Nabi Muhammad sosok suami yang sangat mengerti dengan keadaan istrinya. Yaitu saat Nabi Muhammad pulang dari dakwah, sementara Siti Aisyah sudah tidur dan Nabi Muhammad tidak mau mengganggunya dan beliaupun tidur di luar, di depan pintu rumahnya. Begitu pagi, Siti Aisyah membuka pintu dan membangunkan Nabi. Dan yang lebih menakjubkan, malah Nabi Muhammad yang meminta maaf kepada Siti Aisyah.
“bapak-ibu, kira-kira sanggup meniru akhlak Rasulullah...?, mungkin kalau kita pulang malam, diketuk-ketuk pintu nggak dibuka istri, mungkin kita akan marah-marah, karena kita nggak sanggup tidur di depan pintu,” gurau Kakanwil.
Usai Kakanwil bertaushiyah dilanjutkan dengan sambutan dari atas nama Kakan Kemenag Rohil dalam hal ini disampaikan Kasi Penmad Drs. H. Naini.
Dalam sambutannya H. Naini sangat mengapresiasi pihak pondok pesantren Bidayatul Hidayah, dimana umurnya yang masih 5 tahun, namun sudah bisa menyuguhkan kepada masyarakat program-program pesantren yang akan membawa santri cerdas sosial dan cerdas spiritual, juga menyuguhkan sarana-sarana pondok pesantren yang diharapkan masyarakat.
“pondok pesantren selama ini imagenya kotor, kumuh, namun Pontren Bidayatul Hidayah dan saya yakin pondok-pondok pesantren yang lainpun bisa menjawab image itu,” jelasnya.
Selanjutnya H. Nai menceritakan awal berdirinya pesantren ini. Beliau tau persis karena beliau ikut dalam peletakan batu pertamanya. (Nsh)