Pekanbaru (Humas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Riau menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Pondok Pesantren Darut Taukhid, Tenayan Raya Pekanbaru, Ahad (25/1). Pada kesempatan itu, selain dihadiri Kakanwil Kemenag Riau, kegiatan yang dihadiri para habib dari Sumatera Selatan dan beberapa kota di Indonesia tersebut juga dihadiri Abdul Khalim Mahalli, Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial RI, sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan dari Kemenag kota Pekanbaru.
Kegiatan ini selain dihadiri para habib, kiyai dan keluarga besar pondok Pesantren Darut Taukhid, juga tampak beberapa dosen dari beberapa perguruan tinggi di Riau.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pimpinan Pesantren Darut Taukhid yang telah ikut membangun masyarakat Riau dalam bidang kegamaan, dan mendoakan pesantren tersebut semakin maju di masa yang akan datang.
Pada kesempatan itu, Kakanwil juga berharap kepada seluruh habib dan kiyai di pesantren yang ada di Provinsi Riau agar tetap membangun corak keberagamaan Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang selalu mencerminkan wajah Islam yang damai (rahmatan li al-alamien) di tengah-tengah masyarakat.
Kiyai Gufran, mewakili Pimpinan Pesantren Darut Taukhid menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kakanwil dan hadirin yang telah menyempatkan diri hadir pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di pesantren tersebut. Kiyai Gufran juga menyampaikan secara singkat sejarah pendirian pesantren tersebut. Selain itu beliau juga menjelaskan bagaimana besarnya sumbangan moril dan materil Pimpinan Pesantren Darut Taukhid yaitu Habib Husain Al Maktub yang telah menjual rumah dan tanahnya untuk mendirikan pesantren itu.
Pada kesempatan itu, Kiyai Gufron juga berharap bantuan moril dan materil dari semua dermawan seperti pemerintah dan pengusaha serta masyarakat muslim lainnya demi lancarnya operasional pesantren tersebut di masa yang akan datang.
Yang menjadi penceramah saat itu adalah Habib Aljufri dari Sumatera Selatan yang membahas tentang kepribadian Rasulullah Saw serta manfaat cinta dan bersalawat kepada manusia teragung di muka bumi tersebut.
Pada kegiatan ini juga dipentaskan berbagai penampilan seni Islami dari santri dan guru pesantren tersebut. (ghp)