0 menit baca 0 %

Kakanwil Kemenag Riau : Kembalikan Jati Diri Ulama yang Hilang

Ringkasan: Pasir Pengarayan (Humas)– Ulama adalah pewaris para Nabi dan Rasul. Demikian salah satu bunyi hadis Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal. Ulama mempunyai tanggungjawab dan peran yang besar dan strategis dalam masyarakat, sehingga tidak jarang para umara datang dan siap antri di depan rumah...
Pasir Pengarayan (Humas)– Ulama adalah pewaris para Nabi dan Rasul. Demikian salah satu bunyi hadis Nabi Muhammad SAW yang sangat terkenal. Ulama mempunyai tanggungjawab dan peran yang besar dan strategis dalam masyarakat, sehingga tidak jarang para umara datang dan siap antri di depan rumah ulama, untuk bisa bertemu dengan ulama yang bersangkutan. Ulama itu sangat disegani dan dihormati oleh pemerintah dan semua kalangan, sebab ucapannya, tindakannya, dan sikapnya adalah panutan bagi semua orang. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Asyari Nur SH MM pada sambutan pengarahannya, dalam acara pembukaan acara Silaturrahim dan Workshop Ulama Se Provinsi Riau yang dilaksanakan pada hari Jum’at (24/2/2012) bertempat di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan. Menurut Asyari Nur, para ulama dihormati seperti itu karena ulama pada masa dahulu banyak ilmunya dan banyak amalnya, sehingga semua orang termasuk para umara menghormatinya. Berbeda halnya dengan sekarang. ulama sekarang ilmu dan amalnya kurang, yang banyak adalah proposalnya. Ulama sekarang banyak yang jadi peminta-minta. Untuk itu, jati diri ulama yang hilang perlu dikembalikan, tandasnya. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA yang juga Kepala Kantor Kemenag Rohul ini, hadir dalam acara pembukaan tersebut adalah Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Wakil Bupati Rohul Ir H Hafitz Syukri MM, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Asyari Nur SH MM, Sekretaris Daerah Ir H Damri, Ka Kan kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua Kelompok Diskusi Tafaqquh Dr H Musthafa Umar Lc MA, Cendikiawan Muslim Riau Prof Dr H Alaiddin Koto MA, Para Asisten, Kepala Dinas/Badan/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul, Camat, Ka KUA se Rohul, dan 2000 umat Islam lainnya. Menurutnya, acara silaturrahim dan workshop ulama tersebut akan dilaksanakan selama 4 hari yaitu dari tanggal 24 s/d 27 Februari 2012 bertempat di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan, sedangkan akomodasi atau penginapan selama acara berlangsung ditempatkan di hotel sapadia Pasir Pengarayan. Acara tersebut diikuti sebanyak 47 orang Pimpinan Pondok Pesantren se Provinsi Riau, dengan catatan masing-masing Kabupaten/Kota adalah 3 orang pimpinan pondok pesantren dan khusus kabupaten Rohul sebanyak 14 orang peserta dengan pertimbangan tuan rumah, ujar Ahmad Supardi Hasibuan. (ash)