Riau (Inmas)- Kepala Kanwil
Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr H Mahyudin MA, menjadi narasumber pada
Orientasi Peningkatan Mutu dan Kualitas Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun
2019 bertempat di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, Kamis (19/09/2019).
Kegiatan yang digelar Lembaga
Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) ini diikuti oleh 100 peserta dari seluruh Kabupaten/Kota
se Provinsi Riau, dengan mengangkat tema Kita Bangun Generasi Qur’an yang
Berpartisipatif dan Bermartabat Menuju Insan Qur’ani yang Berkualitas Dalam
Penyelenggaraan MTQ yang bermarwah.
Kegiatan orientasi yang berlangsung selama 3 hari (18-20/09/2019) ini bertujuan
untuk meninggkatan mutu dan kualitas hakim pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an
(MTQ) tahun 2019 yang akan diadakan di Kabupaten Kampar.
KaKanwil Kemenag Provinsi Riau, Dr
H Mahyudin MA memberikan materi mengenai Peran dan Kebijakan Kanwil Kementerian
Agama Provinsi Riau dalam Peningkatan dan Pembinaan Lembaga Tilawatil Quran.
Mahyudin menyampaikan bahwa pemerintah
khususnya Kanwil Kemenag Provinsi Riau akan menjalin hubungan kemitraan yang
baik dengan lembaga-lembaga keagaamaan termasuk LPTQ agar bisa besinergi dalam
membangun kehidupan beragama dan sangat mendukung kegiatan orientasi yang
digelar oleh LPTQ.
“Kegiatan orientasi ini merupakan
kegiatan yang sangat bermanfaat dan sangat penting, karena bertujuan untuk
meningkatkan mutu dan kualitas dewan hakim. Dan kita berharap dewan hakim bisa mengupgrade ilmu
pengetahuannya supaya dapat memberikan penilaian sebaik-baiknya kepada peserta
MTQ”, jelas Mahyudin
“Semoga peserta orientasi bisa
mengikuti dan mendalami ilmu-ilmu yang disampaikan pada orientasi sehingga bisa
melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya baik pada MTQ tingkat Kecamatan,
Kabupaten/Kota maupun pada MTQ tingkat Provinsi dan Nasional nantinya”,
harapnya.
Sementara Kepala Biro Kesejahteraan
Rakyat Setda Provinsi Riau, Drs H Masrul Kasmy M Si , yang juga menjadi
pemateri di kegiatan orientasi,
menyampaikan bahwa mutu dan kualitas hakim sangat menentukan mutu dan kualitas
Qori.
“Hakim itu merupakan indikator,
dengan kemampuan hakim yang baik akan melahirkan qori-qori yang terbaik juga. Begitupun
sebaliknya apabila hakim tidak memiliki kemampuan yang baik, bisa jadi
melahirkan qori-qori yang tidak baik”, jelas Masrul.
Kepala Bidang Penaiszawa, HM Saman S Sos M
SI menambahkan bahwa tujuan kegiatan orientasi tidak hanya untuk menjadikan peserta sebagai hakim yang bermutu dan berkualitas kedepannya tetapi juga untuk kaderisasi dan berharap semoga
dengan kegiatan ini peserta MTQ Provinsi Riau dapat berprestasi di tingkat
nasional nantinya. (mega/ady)