Jakarta (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, H Anasri S Ag M Pd menghadiri peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UMPTKIN) Tahun 2017 di Auditorium Kantor Kementerian Agama Jalan Thamrin Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Dalam sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin, menyampaikan penghargaan dan harapan terhadap launching SPAN UMPTKIN. Secara data statistik peminat PTKIN semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sampai dengan tahun 2016 sudah mencapai 80 ribu peminat melalui jalur SPAN. Tahun 2017 ditargetkan angka peminat mencapai angka 135 ribu.
"Dengan adanya SPAN selain memudahkan bagi lulusan MAN dan sekolah menengah atas untuk mendaftar sebagai mahasiswa baru, juga upaya balancing sistem penerimaan mahasiswa baru di kementerian pendidikan Nasional," ungkap Menag.
Pada kesempatan tersebut, Menag berharap agar jalur SPAN ini tidak hanya untuk jurusan IPA dan IPS, tetapi menampung dan menjemput jurusan yang menjadi koornya perguruan Tinggi Keagamaan seperti Ilmu Alquran dan Hadits, Tafsir dan Perbandingan Agama.
"Perlu penguatan ilmu ilmu agama secara masif dan sistematis terhadap penguatan lembaga pesantren dan madrasah yang menjadi main basis (basis utama) PTKIN," ujarnya.
Ditempat terpisah, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA yang didampingi oleh Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, H Anasri S Ag M Pd, terkait peluncuran SPAN-UMPTKIN Tahun 2017 berharap ada sinkronisasi dan komunikasi yang efektif dengan jajaran yang mengelola pendidkan Islam sesama kementerian Agama. Informasi adanya SPAN ini harus tersosialisasi dan dipromosikan ke setiap Madrasah dan Pesantren tingkat menengah di Provinsi Riau. Tentu bidang terkait menjadi leading sektornya, demikian harapan beliau.
Menurutnya, SPAN dan UMPTKIN yang di prakarsai oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menjadi acuan bagi UIN/IAIN/STAIN dalam menjaring calon mahasiswa terbaik di seluruh Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, ditetapkan bahwa pola penerimaan mahasiswa baru pada UIN/IAIN/STAIN di Indonesia dilakukan secara nasional dan dalam bentuk lain.
Pola seleksi secara nasional pada UIN/IAIN/STAIN disebut dengan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan pola bentuk lain dilakukan secara bersama oleh UIN/IAIN/STAIN disebut Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Kedua pola tersebut diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, agama, ras, suku, kedudukan sosial dan tingkat kemampuan ekonomi.
"Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional yang diikuti oleh seluruh PTKIN harus memenuhi prinsip adil, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan PTKIN," ungkapnya dan berharap ini dapat berjalan maksimal, termasuk di Provinsi Riau. (ans/mus)