0 menit baca 0 %

Kakanwil Kemenag Riau Hadiri Acara Peringatan 1 Muharram 1435 H di Kampar

Ringkasan: Kampar (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau (Kanwil Kemenag) Drs H Tarmizi Tohor MA didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA menghadiri acara Dalam rangka memperingati dan memeriahkan tahun baru Islam (1435 Hijrah), hari sabtu (09/11) di Po...

Kampar (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau (Kanwil Kemenag) Drs H Tarmizi Tohor MA didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA menghadiri acara Dalam rangka memperingati dan memeriahkan tahun baru Islam (1435 Hijrah), hari sabtu (09/11) di Pondok Pesantren Darul Huda Sipungguk, Kec Bangkinang, Kab. Kampar

Dalam rangka memperingati dan memeriahkan tahun baru Islam (1435 Hijrah) di Pondok Pesantren Darul Huda Sipungguk ini Drs H Tarmizi Tohor MA juga diminta untuk memberikan tausiyah yang dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Riau  H. Aziz Zainal, SH, MA dan ratusan undangan yang hadir.

Dalam tausiyahnya Tarmizi mengatakan, dengan peringatan tahun baru Hijriyah ini, hendaknya umat Islam semakin mengerti apa sebetulnya makna yang dapat digali dari peristiwa Hijrah tersebut. Yang mana tahun Baru Hijriah adalah salah satu hari besar bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Peringatan yang hadir setiap setahun sekali itu untuk mengenang peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dan para pengikutnya dari Mekkah menuju Madinah.

Lebih lanjut Tarmizi mengatakan, Peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M merupakan titik balik kehidupan Nabi Muhammad saw. Di sanalah kemajuan pesat perikehidupan umat muslim akan menjelang di bawah pimpinan beliau. Setelah tiba di Madinah, Nabi Muhammad saw. mengutus sahabat Hudzaifah Ibnu Yaman untuk melakukan sensus penduduk. Hasil sensus menyatakan bahwa terdapat 10.000 penduduk yang menetap di Madinah. Mereka terdiri dari 1.500 orang muslim, 4.000 orang Yahudi, dan 4.500 orang musyrik Arab. Umat Islam adalah kaum minoritas, namun dihormati dan mendapat kepercayaan untuk mengatur masyarakat yang dicita-citakan bersama.

Peran Rasulullah SAW. di Madinah bukan semata-mata sebagai pemimpin spiritual, namun juga sebagai pemimpin politik yang mengatur pemerintahan, pertahanan dan keamanan, merancang undang-undang, dan menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak. Demikian besar peran dan tugas beliau dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan bernegara di Madinah. Akhirnya, dalam kurun waktu sekitar 12 tahun Nabi berhasil mengubah kehidupan masyarakat Arab yang sangat membanggakan garis keturunannya menjadi masyarakat yang bermoral dan berlandaskan persaudaraan. Piagam Madinah pun lahir sebagai wujud kesadaran luhur demi terciptanya tatanan masyarakat yang berdasarkan prinsip persamaan, keadilan, dan musyawarah. Ketiga prinsip itulah yang akhirnya mampu menyatukan kehidupan orang Islam, Yahudi, Nasrani, musyrik Arab, kaum Anshar, dan Muhajirin, jelas Tarmizi.

 

Masih banyak lagi hikmah-hikmah yang terkandung dari peristiwa hijrah ini. Oleh karena itu hendaknya umat Islam dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Ketulusan hati, kebulatan tekad, dan kegigihan menghadapi berbagai rintangan adalah hikmah hijrah yang semestinya direnungkan sebab hal itu adalah modal utama untuk membentuk masyarakat yang kokoh dan berakhlak mulia, tutup Tarmizi. (Ags)