0 menit baca 0 %

Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Tutup Safari Ramadhan 5 Kabupaten di Pelalawan

Ringkasan: Pelalawan (inmas)- Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Bapak Drs. H. Ahmmad Supardi Hasibuan, MA menutup kunjungan safari Ramadhan Lima Kabupaten/Kota di Kabupaten Pelalawan Selesa 20 Juni 2017. Kabupaten Pelalawan mendapat kunjungan Istimewa sebab turut hadir bersama rombongan Kabbag TU Drs.

Pelalawan (inmas)- Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Bapak Drs. H. Ahmmad Supardi Hasibuan, MA menutup kunjungan safari Ramadhan Lima Kabupaten/Kota di Kabupaten Pelalawan Selesa 20 Juni 2017. Kabupaten Pelalawan mendapat kunjungan Istimewa sebab turut hadir bersama rombongan Kabbag TU Drs. H. Mahyudin, MA dan 3 Orang Kabid dan 1 Kasubbag dan beapa orang pegawai Di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau dengan total rombongan 22 Orang. Acara Safari Ramadhan sekaligus buka bersama dipusatkan di Lapangan Bulu Tangkis Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan.

Kunjungan safari Ramadhan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau sekaligus buka Bersama Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan dihadri Kasubbag TU Kemenag Pelalawan Drs. H. Syahrul Mauludi, MA, Kasi Bimas Islam H. Muhammad Amin, S.Ag, MH, Kasi Pendis DR. Edi Iskandar,S.Ag, M.Pd.I, Penyelenggara Syariah Drs. Salim zaini, Penyelenggara Kristen Liston Alfian Naibaho, SE, Kepala KUA se Kabupaten Pelalawan, Kepala Madrasah, Penyuluh Agama Islam Non PNS dan Pegawai beserta Keluarga.

Tepat pukul 17.00 WIB acara dimulai dengan rangkain acara pertama Pembacaan Ayat suci al Qur’an oleh Qori H. Badardin, S.Ag yang sehari-hari menjabat Kepala KUA Kecamatan Bunut. Selanjutnya kata Sambutan Ketua Panitia Pelaksana oleh Kasi Bimas Islam Kemenag Kab. Pelalawan H. Muhammad Amin, S.Ag MH, Rangkaian acara berikutnya Kata sambutan berturut-turut dari Bapak Kakan Kemenag Kab Pelalawan H. Muhammad Rais, S.Ag, M.Pd.I dan Bapak Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs. H. Ahmmad Supardi Hasibuan, MA. Acara juga diisi dengan Tausyah oleh Bapak Drs.H. Zulkifli yang juga merupakan Mantan Kakan Kemenag Kab. Pelalawan. Selanjutnya Doa oleh Drs. H. Umar Satun Kepala KUA Kecamatan Pangkalan Kuras. Rangkaian acara ditutup dengan Shalat Maghrib berjemaah dan Buka Bersama.

Dalam sambutannya Kakan Kemanag Pelalawan mengungkapkan bahwa saat ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan sedang melaksanakan proses Lelang Jabatan yang Kosong yakni untuk  Kepala Seksi Haji, Kepala KUA Kecaamatan Bandar Seikijang dan Kepala KUA Kecamatan Bandar Petalangan dimana 2 KUA ini telah defenitif. Pendaftaran telah dibuka dan akan ditutup besok namun Sesuai dari arahan Bapak Kakanwil dan Pak Kabbag TU bila tidak cukup peserta untuk memenuhi 3   Besar maka dapat diperpanjang lagi.

Beliau juga menyampaikan program Kemenag Pelalawan selama Ramadhan yakni Safari Ramadhan, untuk tahun ini ada 4 KUA Kecamatan yang dikunjungi. Safari Ramadhan diikuti oleh seluruh Kepala KUA Kecamatan yang ada di Daratan, tujuan safari Ramadhan ini ialah selain menjalin silaturahim juga sebagai sarana menyampaikan program strategis Pemerintah terutama menyangkut Tupoksi Kementerian Agama misalnya Program Maghgrib mengaji bersama Pemerintah Daerah. Melaui safari ramadhan juga kita dapat mengetahui permasalahan umat yang di lapangan “ Ujar beliau

H. Muhammad Rais, S.Ag, M.Pd.I juga menambahkan dalam waktu dekat Kemenag Pelalawan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Maghrib mengaji akan melaksanakan Wakaf Al Qur’an di Kantor Kementerian Agama Pelalawan, KUA Kecamatan nantinya menyediakan tempat bagi Masyarakat yang ingin mewakafkan Al Qur’annya.” Tutur beliau menutup

Sementara itu Bapak Kaknwil dalam arahannya menceritakan bahwa Bapak Menteri Agama Republik Indonesia memberikan atensi khusus terhadap perkembangan situasi belakangan ini, sebab beliau beberapa kali dipanggil ke Jakarta yakni menyangkut Komitmen Kebangsaan Aparatur Kementerain Agama dan selanjutnya menyangkut Fatwa MUI tentang Penggunaan Media Sosial. Dimana perkembangan Media Soasial saat ini banyak sisi negatifnya dengan banyaknya berita Hoax dan menebar kebencian, bahkan tidak menutup kemungkinan media sosial digunakan untuk Pembunuhan Karakter seseorang. “ Ujar beliau

Untuk itu patut kita dukung fatwa No.24/2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial pada 13 Mei 2017, harus menjadi acuan bagi masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan baik. Dalam Fatwa tersebut, MUI mengharamkan setiap Muslim melakukan ghibah (menggunjing), fitnah (menyebarkan informasi bohong tentang seseorang atau tanpa berdasarkan kebenaran), adu domba (namimah), dan penyebaran permusuhan, materi pornografi dan kemaksiatan. Sangat disayangkan penggunaan medsos telah melampaui batas kearah negatif.  Saya berharap fatwa MUI ini dapat dipelajari, dipedomani dan dihayati serta  diamalkan oleh masyarakat, sehingga dapat menangkal dampak negatif dari medsos. “ Tegas beliau

Dan pada sesi tausyah Bapak Drs. H. Zulkifli membawakan kisah Luqman al-Hakim tentang dua daging terbaik dan terburuk, dimana kisah tersebut mengisahkan ketika sang Tuannya meminta luqman menyembelih seekor kambing dan mengantarkan bagian paling buruk, paling kotor dari tubuh kambing tersebut.  Luqman saat itu membawakan kepada tuannya bagian hati dan lidah. Selanjutnya Tuannya kembali meminta menyembelih seekor kambing, kali ini Tuannya meminta diantarkan bagian yang paling bagus dan paling menyehatkan. Namun luqman tetap membawa bagian hati dan lidah, tentu Tuannya bertanya kenapa yang dibawa bagian yang sama, dan luqman pun menjawab “ Wahai tuanku  tak ada yang lebih buruk ketimbang lidah dan hati bila keduanya buruk dan tidak yang lebih bagus dari lidah dan hati bila keduanya bagus. Kisah ini mengungkapkan pesan bahwa hal yang palig krusial dalam hidup adalah terjaganya hati dan lidah. Saat ini menjadi keprihatinan bangsa kita, banyaknya beredar berita bohong, ujaran kebencian, fitnah sesama anak bangsa. sudah saatnya kita membenahi prsangka kolektif bangsa, bila ghibah berkembang pembunuhan karakter lebih kejam dari pembunuhan fisik. “ Terang beliau memaparkan. (aa)