Pekanbaru (Inmas) – Apel rutin pagi adalah salah satu upaya meningkatkan kedisiplinan bagi para ASN Kemenag. Dengan dilaksanakannya apel pagi secara rutin, maka akan dapat memacu pegawai dalam meningkatkan dan memperbaiki kinerjanya. Kehadiran tepat waktu merupakan kewajiban bagi seorang ASN. Hal ini pula yang selalu berlangsung di Kanwil Kemenag Riau setiap hari, khusus untuk hari Senin para ASN tak terkecuali pejabat diwajibkan mengikuti upacara Apel pagi dengan absen khusus.
Kali ini, kegiatan apel pagi Senin, 20 Maret 2017 yang diikuti oleh sejumlah pejabat eselon III dan IV tersebut nampak berbeda dengan kehadiran Kanwil Kemenag Kepulauan Riau Drs H Marwin Jamal yang sedang berkunjung ke Kanwil Kemenag Riau. Sejak Tahun 2005 Kepri berpisah dari Riau, Menurutnya Kepri masih sangat tertinggal jauh ketimbang Provinsi Riau. Dari segi wilayah saja, Kepri hanya memiliki tujuh daerah, terdiri dari dua Kota Batam dan Tanjung Pinang, lalu lima Kabupaten yaitu Bintan, Tanjung Balai Karimun, Natuna, Lingga, Anambas. Yang terdiri dari 64 Kecamatan. Yang baru memiliki KUA hanya 50 Kecamatan. Begitu juga dengan jumlah pegawai khususnya Kemenag, sebanyak 94 orang masih separo dari jumlah ASN Kanwil Kemenag riau yang berjumlah 200 an lebih, bahkan se-Kepri jumlah pegawai kami hanya 1015 orang, ungkapnya menguraikan saat memimpin dan memberi arahan apel pagi dihadapan seluruh ASN Kanwil Kemenag Riak
Selain itu diakui alumni Fakultas Dakwah IAIN IB Padang Angkatan 85 ini jika dilihat dari kualitas SDM Kanwil Kemenag Kepri masih perlu peningkatan secara terus menerus, paling tidak bisa menyamai SDM yang ada di Provinsi Riau yang banyak menelurkan SDM hingga S3 qualified pada bidangnya. Untuk itu baru baru ini, dalam upaya peningkatan kualitas SDM ASN Kanwil Kemenag kepri, pihaknya telah melakukan kerjasama dan MoU dengan Direktur Pasca Sarjana UIN Suska Riau dengan mengutus 40 orang ASN Kemenag, 36 orang untuk mengikuti pendidikan S2 dan 4 orang S3, jelasnya. Begitu juga dari segi pendidikan secara kwantitas madrasah di Kepri masih sedikit, menurutnya Kepri baru memiliki 9 MI Negeri dan 54 MI sawasta dari 64 MI yang ada di wilayah Kepri. Dari 62 Mts yang tersebar di Kepri hanya 9 yang negeri, dan hanya memiliki 5 Madrasah Aliyah Negeri dari 33 MA yang ada. Bahkan untuk Perguruan Tinggi Negeri pun kita belum punya. Saat ini tengah diupayakan satu Perguruan tinggi Islam swasta yang akan dinegerikan, ungkapnya.
Oleh karenanya sambung Marwin kedatangannya ke Riau sangat penting dan merupakan suatu kebanggaan sendiri untuk bisa terus menjaga silaturrahmi dan saling berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Riau dalam rangka meningkatkan pembangunan di bidang keagamaan dan kemaslahatan ummat ini, terutama dalam pelayanan dan penyelenggaraan haji.
Terkait masalah kinerja, lanjutnya kita ada acuan, kita ikuti saja acuan tersebut sesuai dengan aturan yang ada pesannya kepada ASN Kanwil Kemenag riau. Ingat dan pahami kembali tujuh visi dan misi Kemenag yang telah kita gaungkan, jangan hanya dibaca tapi hayati dan amalkan karena jika kita jalankan hal itu dengan semangat lima nilai budaya kerja yang sudah kita gadang- gadang beberapa tahun terakhir, insyaallah tujuan instisusi kita dalam pembangunan agama dan keagamaan akan tercapai secara maksimal.
Ditambahkannya tidak ada tugas yang paling berat dari tugas kita di Kemenag, kita mengurus dan mengayomi umat dari lahir hingga akhir hayat. Jadi tak berlebihan rasanya jika tugas Kemenag adalah tugas yang paling berat untuk kita lakukan, karena agama berada dipundak kita. Kita harus bisa mencontohkan dan harus menjadi contoh dimanapun kita berada, tak penting agamanya apa, yang orang awam tahu, kita ini orang Kemenag yang dekat dengan masyarakat, dekat dengan masjid, ucapnya menekankan.
Menutup amanatnya pria murah senyum itu mengajak ASN Kemenag dapat menjadi suri tauladan bagi siapapun dan dimanapun. Jika orang agama yang melakukan kesalahan, akan selalu menjadi trending topic, ketimbang masyarakat awam lainnya. Artinya Kemenag harus dapat memberikan contoh dan dicontoh dengan memberikan pelayanan yang bersih melayani kepada masyarakat. Baik itu bersih dalam lingkungan kantor, bersih di ruangan kerja, bersih dari pungli, bersih penampilan dan bersih hati, jelasnya. Hal tersebut harus dapat diimplementasikan dalam lingkungan kerja, karena apresiasi pemerintah sudah sangat patut disyukuri dengan adanya tunjangan kinerja yang sudah kita terima setiap bulannya, ujarnya mengakhiri amanat.(vera/ft:adi)