Riau (Inmas) – Guna meningkatkan pelayanan dan pembinaan kepada umat Buddha di kota Pekanbaru, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kementerian Agama Provinsi Riau mengadakan kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama Buddha Kota Pekanbaru.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau membuka kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Buddha Sabtu, (07/03) bertempat di Ameera Hotel Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan tentang pentingnya kerukunan dalam beragama. Menurutnya, kerukunan beragama melahirkan toleransi dalam setiap penganut agama berdasarkan keyakinan yang dianutnya.
Mahyudin kembali menjelaskan tentang moderasi beragama yang menjadi program Kemenag. Moderasi beragama adalah suatu program untuk menjaga kerukunan sekaligus keutuhan bangsa Indonesia. Moderasi beragama harus didukung dan dilaksanakan oleh semua umat beragama tidak terkecuali Umat Buddha.
Substansi moderasi beragama yang dicanangkan Kemenag seharusnya menjadi jalan bagi para pemeluk agama untuk saling menghormati dan menghargai.
Maka, disinilah nilai toleransi sebagai sikap untuk saling menghormati adanya perbedaan agama yang dianut oleh masing-masing orang," jelasnya.
Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan bahwa dialog kerukunan dalam kegiatan yang berlangsung hari ini, juga dapat membangun solidaritas dilingkungan intern umat buddha, selain dalam menyukseskan program Kementerian Agama dalam menciptakan moderasi beragama di Indonesia.
"Dialog di Intern umat Buddha yang terselenggara ini, juga mampu membangun kerjasama di antara umat beragama lainnya. Karena setiap agama membimbing kita untuk selalu berbuat baik. Baik dalam intern umat, dan baik kepada umat yang lainnya, sehingga terciptanya kerukunan antar umat beragama," lanjut Kakanwil.
Terakhir Kakanwil menyampaikan agar selalu meningkatkan kebaikan diantara sesama manusia, baik intern maupun antar agama.
"Karena kita adalah makhluk sosial yang senantiasa saling membutuhkan," tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pembimas Buddha Tarjoko dan para peserta dalam kegiatan yang melibatkan para Majelis Agama Buddha, lembaga, tokoh agama, serta Perwakilan Majelis Buddha di Pekanbaru.(vera/khairul)