0 menit baca 0 %

Kakanwil Jelaskan 3 Mantra Kementerian Agama

Ringkasan: Dumai (Inmas) Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Mahyudin, MA didampingi Plh.Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Riau H.Erizon Efendi, S.Ag, M.Pd melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Agama Kota Dumai dalam rangka Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian A...

Dumai (Inmas) – Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Mahyudin, MA didampingi Plh.Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Riau H.Erizon Efendi, S.Ag, M.Pd melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Agama Kota Dumai dalam rangka Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Agama Kota Dumai, Selasa (02/04/2019) bertempat di Aula MAN 1 Kota Dumai. Acara dihadiri Kakan Kemenag Kota Dumai Drs. H. Syafwan, Kasi/Penyelenggara Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Kepala Madrasah Negeri se Kota Dumai, Kepala KUA se Kota Dumai, Kepala Madrasah Swasta se Kota Dumai, Majelis Guru MAN 1, MTs N 1 Kota Dumai, dan ASN di Lingkungan  Kementerian Agama Kota Dumai.

Dalam arahannya, Menteri Agama Republik Indonesia berpegang pada 3 mantra untuk melaksanakan tugas dalam Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Republik Indonesia. 3 mantra ini adalah hasil dari Rakernas 23-25 Februari 2019 yang lalu. “Tahun 2019 ini Menteri Agama telah mencanangkan 3 mantra yang harus disosialisasikan kepada seluruh ASN Kementerian Agama ini. Yang pertama Moderasi Agama, Moderasi Agama ini berbeda dengan Modernisasi Agama yang mana Moderasi Agama ini adalah cara kita memahami ajaran berada di posisi tengah, kalau dalam agama islam yakni Rahmatan Lil’Alamin, jangan sampai kita memahami islam terlalu ekstrim, baik ke kanan maupun ke kiri, itu sangat berbahaya”ungkap Mahyudin.

“Yang kedua Kebersamaan Umat,  kita harus sama sama menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama, jangan sampai sesama kita terjadi perpecahan dan ketidak cocokan, kebersamaan ini harus kita rajut bersama. Saya berharap kedepan jangan sampai ada gesekan kecil yang akan menjadi besar. Dan kepada guru-guru sampaikan kepada siswa bahwa betapa penting dan indahnya kebersamaan sehingga terjalin keharmonisan dan tejalinnya kesatuan dan persatuan”.

“Ketiga Integrasi Data, sama sama kita ketahui bahwa jajaran Kementerian Agama sudah punya banyak aplikasi, jangan sampai ada data yang menjadi dusta. Bagaimanapun data ini sangat diperlukan, jika salah maka perencanaan untuk kedepannya juga salah. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Menjadikan SDM yang berkualitas dalam rangka memajukan struktur dalam Kementerian Agama”.

Terakhir H. Mahyudin berharap agar apa yang disampaikan ini dapat disebarkan ke yang lain, terutama untuk guru-guru sebarkan kepada peserta didiknya.(Zul/Hf)