0 menit baca 0 %

Kakanwil Himbau Petugas Kloter Data Jamaah Safari Wukuf dan Badal Haji

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Plh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Riau, H Saifunnajar MH, Selasa (22/8/2017) meminta agar petugas- petugas Kloter Provinsi Riau mulai melakukan pendataan jamaah haji yang akan masuk kriteria safari wukuf dan bad...

Riau (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Plh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Riau, H Saifunnajar MH, Selasa (22/8/2017) meminta agar petugas- petugas Kloter Provinsi Riau mulai melakukan pendataan jamaah haji yang akan masuk kriteria safari wukuf dan badal haji.

Karena menurut Ahmad Supardi, menjelang pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) pada 9- 13 Dzulhijjah 1438 H banyak persiapan yang harus dilakukan oleh petugas kloter dalam rangka memastikan kesiapan dan kondisi jamaahnya.

“Kami harapkan para jamaah benar-benar bisa menjaga kesehatannya mulai sekarang. Upayakan untuk selalu cukup beristirahat, banyak makan buah-buahan serta minum agar tidak dehidrasi. Terhadap jamaah yang memiliki penyakit tertentu harus dikontrol benar agar membawa obat- obatan yang dianjurkan oleh dokter,” himbau mantan Kakankemenag Rohul ini kepada petugas dan jamaah Provinsi Riau.

Untuk itu, ia menghimbau, terhadap data jamaah Riau yang masuk kriteria safari wukuf dan badal haji, hendaknya segera disampaikan ke , Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah. Karena setelah pengusulan nama- nama, biasanya tim kesehatan akan turun langsung memeriksa kondisi jamaah bersangkutan untuk memastikan apakah jamaah yang diusulkan masuk dalam kategori yang telah ditetapkan.

Seperti yang disampaikan Humas KKHI dr Ayesha Devina, ada beberapa kriteria bagi jamaah yang akan diikutkan dalam safari wukuf atau dibadalhajikan. Kriteria tersebut antara lain: gangguan jiwa berat, jantung dan pernafasan berat, patah kaki, dan gangguan fisik lainnya yang sudah pada level berat. Apapun progress dan catatan kesehatan jemaah akan menjadi alat ukur yang penting dalam menentukan safari wukut atau tidaknya. Terhadap jemaah yang wafat dan sudah rilis sertifikat kematiannya (COD) akan dibadalhajikan. (mus/nik)