0 menit baca 0 %

Kakanwil Hadiri Peresmian Masjid At Tabrani

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Peresmian Masjid At Tabrani Islamic Center dan Tabliq Akbar Jalan Bakti Marpoyan Damai Pekanbaru, Jumat (7/4/2017) kemarin. Peresmian masjid yang akan menjadi sentral rujukan pendidika...

Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Peresmian Masjid At Tabrani Islamic Center dan Tabliq Akbar Jalan Bakti Marpoyan Damai Pekanbaru, Jumat (7/4/2017) kemarin.

Peresmian masjid yang akan menjadi sentral rujukan pendidikan, kajian, dan pemberdayaan umat islam melalui Tabrani Islamic Center yang letaknya satu kawasan dengan masjid ini ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dalam hal ini dilakukan oleh Dr. dr. Susiana Tabrani, M.Pd selaku Pembina Yayasan Abdurrab yang turut didampingi oleh Ketua Yayasan Abdurrab, dr. Ivan Tabrani M.Kes, Ustadz Andree M.A, KH. Tengku Zulkarnain, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dan lainnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Supardi mengatakan, Masjid merupakan tempat peradaban, hampir seluruh sejarah perubahan dalam islam senantiasa diawali dengan kemampuan para aktor masyarakat madani dalam membangun perubahan melalui sarana masjid.

"Peran masjid sebagai basis pembangunan masyarakat madani begitu menonjol, baik pada awal kebangkitan islam maupun pada masa pengembangan dan penyebaran islam. Masjid bukan hanya semata-mata dijadikan sarana ibadah, melainkan ia menjadi sarana dan sekaligus kekuatan dalam membangun dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dan pembaharuan kehidupan umat," ujarnya.

Ditambahkan Susiana Tabrani, dengan keberadaan masjid At Tabrani dapat menjadi sarana pemersatu umat muslim, khususnya yang ada di kota Pekanbaru.

"Mudah-mudahan keberadaan masjid ini dapat menjadi salah satu sarana pemersatu umat. Untuk mendukung hal tersebut, ada beberapa kegiatan yang akan kita laksanakan, mulai dari kajian ilmu pembelajaran Alqur'an, kajian islam seperti filsafat, islamisasi sains, dan ilmu-ilmu kontemporer, serta kajian islam implementatif," harapnya. (anto/mus)