0 menit baca 0 %

Kakanwil Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Madinatul Quran IBS

Ringkasan: Riau (Inmas) Pada Selasa (29/08) Kakanwil Kemenag Riau H Ahmad Supardi didampingi Camat Siak Hulu melakukan peletakan Batu Pertama Masjid Madinatul Quran IBS yang berlokasi di Jl. Pesantren, RT.03/RW.04, Dusun IV, Desa Kubang Jaya, Kec.Siak Hulu, Kubang Jaya, Kampar, Kabupaten Kampar, Riau 28452 .

Riau (Inmas) – Pada Selasa (29/08) Kakanwil Kemenag Riau H Ahmad Supardi didampingi Camat Siak Hulu melakukan peletakan Batu Pertama Masjid Madinatul Quran IBS yang berlokasi di Jl. Pesantren, RT.03/RW.04, Dusun IV, Desa Kubang Jaya, Kec.Siak Hulu, Kubang Jaya, Kampar, Kabupaten Kampar, Riau 28452 . Disinyalir Masjid yang berukuran 10 x 10 meter tersebut di bangun diatas tanah wakaf yang berukuran 8000 meter2. AHS mengatakan pembangunan Masjid tersebut  untuk Keperluan Darul Quran, diharapkan dengan berdirinya masjid dan yayasan tahfizh ini akan melahirkan anak anak yang cinta Alquran, masyarakat akan tertarik menghafal alquran. Ia mengatakan akan ada kerjasama dengan masyarakat dalam rangka anak bisa belajar alquran. “Disana, anak anak dan masyarakat sekitar akan lebih bisa fokus menghafal", untuk itu AHS menginginkan Masjid tersebut secepatnya bisa diselesaikan pembangunannya.

“Dalam waktu 99 hari ini insyaallah bisa dikelarkan, karena untuk dan segala biaya operasional sarana prsarana sudah ditanggung oleh Yayasan Saudi selaku donaturnya. Hari ini, sudah dimulai langsung pembangunannya”, ujar AHS. “Yang dibangun tahap awal ini masjid, berikut akan dibangun asrama asrama serta pra sarana mendukung lainnya, terang AHS.

Berdasarkan hasil wawancara Fahrul Falah Arazi SE salah satu staf Inmas Kanwil Kemenag Riau dengan salah seorang ustadz PP Ihsan Boarding School, lembaga Quran dibawah yayasan yang sama dengan Pondok Pesantren IBS berada dibawah pimpinan KH Misran Agusman merupakan tempat madrasah calon calon guru tahfizh Quran, target utamanya jebolan pondok IBS ini dapat menjadi guru tahfizh. “Jika diberikan kesempatan pihaknya juga akan membuat sekolah dasar tahfizh, namun terpisah secara kelembagaan tapi masih satu yayasan dengan pondok IBS, terangnya.

Besar kemungkinan, tamatan Sekolah dasar akan banyak peminat terhadap sekolah tahfizh ini, ujarnya. Dikatakan pimpinan pondok kepada salah satu inmas Kanwil Kemenag Riau, bahwa pembangunan masjid ini merupakan bentuk bantuan dari  Saudi, Yayasan Amal di Saudi  yang didirikan di atas tanah wakaf seluas  8000 meter persegi.

"Untuk masjid yang akan dibangun berukuran 10 x 10 ini sifatnya kita hanya menerima jadi saja. Semua bahan dan proses pelaksanaan pihak yayasan Saudi yang menanggung dan bertanggung jawab. Begitu pula Tenaga penagajar untuk yayasan tahfizh ini sebanyak 10 orang pendidik dari Lembaga LPTQ yang dinaungi IBS juga", jelas Ustadz tersebut.(vera/faj)