0 menit baca 0 %

Kakanwil Hadiri HAUL ke- 66 Syekh Abbas di Madrasah Suluk Hidayatussalikin

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, beserta rombongan menghadiri acara Peringatan HAUL ke 66 Syekh Abbas di Madrasah Suluk Hidayatussalikin Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, 29 Rajab 1438 H/ 26 April 2017.

Rokan Hulu (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, beserta rombongan menghadiri acara Peringatan HAUL ke 66 Syekh Abbas di Madrasah Suluk Hidayatussalikin Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, 29 Rajab 1438 H/ 26 April 2017.

Hadir dalam HAUL tersebut, Plt Bupati Rohul yang diwakili oleh Dr H Dipendri, Pimpinan Tarekat Babussalam Perwakilan Provinsi Riau Syekh Ismail Royan, Bupati Rohul Priode lalu Achmad, Ketua Masjid Islamic Center Pasir Pangaraian Surya Daeng, Plt Kakankemenag Rohul Zulkifli Syarif, Kasubbag Inmas dan Staf, Camat, KUA, Kasi pada Kemenag Rohul, tokoh adat, tokoh  masyarakat, musyrid, kholifah dan undangan.

Dalam pemaparan panitia HAUL ke- 66 Syekh Abbas, menyebutkan, Syekh Abbas lebih terkenal dengan sebutan Tuan Guru Kota Tengah, ulama terkemuka pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Almarhum Syeikh Abbas adalah seorang ulama terkemuka dan pejuang Tarekat Naqsabandiyah sejak zaman penjajahan Belanda di Kepenuhan. Dia merupakan Tuan Guru pada Madrasah Suluk di Kota Tengah yang pertama.

Syekh Abbas adalah putera dari Duka (Pokak) Suku Melayu Induk Tanjung Padang Hilir. Beliau dilahirkan pada tahun 1299 H atau pada tahun 1880 M di Kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Sedangkan hari wafatnya yaitu 29 Rajab 1370 H (1951 M) di Kota Tengah dan dimakamkan di komplek perkuburan Masjid Raya At-Taqwa Tanjung Padang kelurahan Kepenuhan Tengah, tutup usia pada umur 71 tahun.

Setelah dewasa, yaitu pada tahun 1920 sampai 1925 M, ia berangkat ke Babussalam (Besilam), Langkat Provinsi Sumatra utara. Setelah sampai di sana ia menyerahkan diri untuk belajar menuntut ilmu agama dan bersuluk kepada Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan Alkholidi Naqsabandi, yang beliau adalah putra Kepenuhan lahir di Kampung Rantau Binuang Sakti.

Setelah lima tahun di Besilam, beliau kembali ke Kepenuhan dan mendapat kekuasaan dari Tuan Guru Babussalam, Langkat, karena beliau diberi izin untuk mengajar dan mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandiah di Luhak Kepenuhan.

Setelah sampai di Kota Tengah, beliau mendirikan Rumah Suluk/ khalawat di Sungai Kuning, Luhak Kepenuhan, pada tahun 1925 M. Setelah itu beliau pindah ke Kampung Babussalam (RW II, Gelugur) dan membangun Madrasah Suluk (madrasah tinggi).

Adapun sebagai pengganti beliau setelah wafat adalah putranya yang bernama Tuan Syeikh Maksum dari tahun 1951 sampai tahun 1976. Karena ia adalah ahli Tasawuf dan Fiqih, pada tahun 1952 oleh tuan mursyid Syekh Maksum dihimbau segenap lapisan masyarakat Kota Tengah bermusyawarah untuk meninjau bangunan madrasah tinggi yang dibangun semasa almarhum ayahnya Syekh Abbas. Karena Rumah Suluk tersebut sangat memprihatinkan (lapuk), maka didapat kata mufakat supaya diganti dengan yang baru dengan ukuran 8 X 20 meter.

Pada tanggal 2 Maret 1976, Syekh Maksum berpulang ke rahmatullah. Secara adab ia diganti oleh putranya yang kedua dan Syekh Abbas, yaitu Khalifah Muda. Beliau dengan giat mengembangkan tarekat ini sebagai penerus perjuangan ayahnya dan abangnya tersebut di atas. Pada tanggal 6 Januari 1977, Khalifah Muda berpulang ke rahmatullah, ditunjuk pula sebagai penggantinya kemenakan menantu dari almarhum Syekh Abbas yang bernama Syekh H. Zakaria.

"Usianya dihabiskan untuk meyebarkan syariat agama dan mengembangkan tarekat naksabandiyah, murid tersebar disemua wilayah. Ajarannya pada umumnya tentang tarikat dan akidah, yang dilanjutkan surya kholifah dan murid- muridnya hingga kini," pungkasnya. (mus/sobri/drwsn)