Riau (Inmas) Bukan hanya Guru Formal yang menjadi titik tolak dalam Pengembangan Kualitas Anak Didik, akan tetapi Guru Non Formal sangat berpengaruh dalam Pengembangan Kualitas Anak didik, untuk itu Bimbingan Masyarakat Buddha adakan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SMB/ Dhammasekha Tingkat Dasar dan Menengah, Rabu 01 Agustus 2018 di Hotel Ratu Mayang Garden- Pekanbaru.
Acara yang mengangkat tema “ kita tingkatkan kualitas guru agama Buddha” dilakukan selama tiga hari 01 s.d 03 Agustus 2018, dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H.Ahmad Supardi, MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM.
“Menyiapkan media Pembelajaran merupakan tugas Utama Guru” ucap Kakanwil Mengawali sambutannya. Jadi tidak mengherankan jika Anggaran Kementerian Agama 80 persen dialokasikan pada Sektor Pendidikan. ada Tiga Model pendidkan yang di luncurkan oleh Kementerian Agama untuk pengembangan Pendidikan Agama, diantaranya Pendidikan Keagamaan yang dilakukan di rumah ibadah atau pun Dhammasekha.
Media Pembejaran menjadi tolak ukur dalam mencapai sasaran dan tujuan Pembelajaran, dengan ceramah mungkin sudah biasa, ciptakan suasana baru dengan membuat animasi- animasi baru yang dipertontonkan agar si anak terpicu seperti tokoh yang diperankan dalam animasi tersebut. “ ini adalah tugas kita bersama dalam mengembangkan Pendidikan bermuatan agama” tegasnya. Beliau berharap ada pengembangan Sekolah yang bermuatan agama, jadi bukan saja diagama islam akan tetapi Kristen, Katolik, Hindu dan Buddha secepatnya kita bentuk.
Sementara itu Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM melaporkan ada 50 Orang Guru Agama Buddha Non Formal yang ada di Seluruh Kabupaten se- Provinsi Riau yang harus dimapankan dalam pembuatan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha.
Media Pembelajaran merupakan modal utama dalam pengembangan Kualitas Guru untuk itu ciptakan Media semenarik mungkin karna anak zaman sekarang lebih suka menonton daripada mendengarkan dan belajar, dari menonton anak akan melihat dan langsung mempraktekkan ,sehingga apa yang dilihat lebih mengena sehingga ilmu ilmu yang didapat bisa dilaksanakan dan tercermin pada anak. Beliau berharap Workshop ini akan menggodok para ahli mampu menciptakan Media Pembelajaran bagi anak didik sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal dari Implementasinya ditengah masyarakat ucapnya mengakhiri (belen).