0 menit baca 0 %

Kakanwil Ceramah Maulid di Pelalawan: Semarakkan Shalawat Sebagai Wujud Cinta Rasul

Ringkasan: Pangkalan Kerinci, 10/3 (Humas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur, SH MM bertindak selaku penceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Desa Lubuk Ogong Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan, Rabu (10/3). Hadir dalam acara tersebut Bupati Pelalawan Drs.
Pangkalan Kerinci, 10/3 (Humas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur, SH MM bertindak selaku penceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Desa Lubuk Ogong Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan, Rabu (10/3). Hadir dalam acara tersebut Bupati Pelalawan Drs. H. Rustam Efendi, MA, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pelalawan Drs. H. Abdul Muis, para Kepala Dinas dan Badan Pemkab Pelalawan, unsur Muspida, Kepala KUA, anggota majlis taklim, dan segenap lapisan masyarakat. Dalam uraiannya Kakanwil menekankan pentingnya memperlihatkan kecintaan kepada Rasul saw tidak saja dengan mencontoh sikap dan perilaku beliau, namun yang juga sangat penting adalah mengumandangkan syair-syair shalawat misalnya melalui sarana seni seperti marawis, nasyid, kasidah, rebana, dan sebagainya. Lebih utama lagi kalau kita mampu memahami dan menghayati kandungan syairnya yang sangat dalam makna dan hikmah. Bagi umat Islam hendaknya melazimkan shalawat dalam keseharian mereka. Lebih lanjut Asyari menguraikan pentingnya pemahaman dan aplikasi Syahadat dalam kegiatan sehari-hari sehingga dapat mengokohkan Tauhid seseorang. Dengan mantapnya akidah akan terhindar dari kesesatan atau ikut arus aliran-aliran sesat yang marak akhir-akhir ini. Aliran sesat, sempalan dan penodaan agama harus dipantau dan diawasi oleh negara khususnya instansi Kemenag. Dan bagi umat Islam sendiri agar senantiasa waspada terhadap aliran-aliran tersebut. Umat Islam juga jangan mudah saling menyalahkan tata cara peribadan sesama muslim lainnya yang dinilai berbeda dalam masalah fiqh atau furuiyyah (cabang), karena secara hakikat masih memiliki akidah yang sama. Asyari Nur yang juga menjabat sebagai Rais dan Khalifah Tarikat Naqsabandiyah Wilayah Riau sempat membahas serba sedikit mengenai ilmu tarikat dan prakteknya. Banyak orang yang ikut tarikat tetapi tanpa guru sehingga cenderung menjurus kepada kesesatan. Lebih lanjut menurutnya inti dari tasauf atau tarikat adalah keyakinan dan kemantapan hati dalam memahami dan menghadirkan makna syahadat, tanpa mencampurbaurkan dengan perantara lain termasuk guru sendiri atau mursyid. (as).