Pekanbaru (Inmas) – Kakanwil Kemenag Provinsi Riau H Tarmizi Tohor didampingi Kabag TU HM Saman dan Kasubbag Keuangan dan Perencanaan H Anasri buka Sosialisasi dan Aplikasi ADIK (Aplikasi Arsitektur dan Informasi Kinerja) serta Evaluasi Kegiatan TA 2015 di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau di Hotel Dyan Graha, Pekanbaru, Jumat siang, 18/12.
Dalam sambutannya, Kakanwil mengingatkan peserta tentang lima budaya kerja Kementerian Agama sebagai acuan dalam bekerja, bahkan Kakanwil berharap ada pelatihan khusus tentang penerapan lima budaya kerja Kementerian Agama tersebut.
Menurut Kakanwil, penerapan lima budaya kerja tidak cukup sosialisasi saja tapi harus ada pelatihan khusus.
“Saya baru-baru ini mengikuti pelatihan SSQ di Jakarta dalam rangka menerapkan lima budaya kerja tersebut. Ada satu ide saya yang mendapat apresiasi positif Kemenag RI, yaitu saya siap memberikan penghargaan enam bulan sekali bagi karyawan berprestasi. Saya tidak mau penghargaan tersebut hanya berupa selembar kertas piagam. Piagam tak bisa dimakan, kalau dimakan malah mabuk,” kata Kakanwil yang disambut tawa hadirin.
Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan bahwa cara mendapatkan dana penghargaan tersebut melalui setiap kegiatan Kakanwil disisihkan sepuluh persen.
“Kalau ada kabid yang mau seperti itu bagus juga. Ini dilakukan untuk menambah gairah, menambah semangat aparatur kita dalam bekerja,” ujar Kakanwil.
Pada kesempatan itu Kakanwil menyampaikan bahwa Kementerian Agama semakin bagus dengan adanya lima budaya kerja serta melakukan revolusi mental.
Menurut Kakanwil, pada 2016 ini Tunjangan Kinerja (Tukin) pegawai Kemenag naik dari 40 persen menjadi 60 persen.
“Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Litbang dan meminta mereka membuat penelitian tentang korelasi tukin dengan prestasi kerja pegawai. Kalau bertambah kinerja pegawai selama diberi Tukin maka lanjutkan program Tukin. Tapi kalau tidak ada, maka hentikan saja. Jadi, dengan adanya penghargaan dari negara melalui Tukin tersebut diharapkan kinerja kita semakin bertambah baik. Begitu juga dengan guru, apakah ada beda yang sudah sertifikasi dengan belum sertifikasi. Kalau tak ada perubahan, ya hentikan saja program tersebut,” tegas Kakanwil.
“Kita harus satu kata dan satu tindakan untuk memperbaiki Kementerian Agama ini.” Tutup Kakanwil.
Pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Aplikasi ADIK serta Evaluasi Kegiatan Tahun Anggaran 2015 ini dihadiri beberapa Kabid di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau dan Kepala Kantor Kementerian Agama se-Provinsi Riau serta seluruh Satker di Lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Yang menjadi pembicara pada kegiatan tersebut, selain Kakanwil Kemenag Riau, Kabag TU dan Kasubbag Keuangan, pada Ahad (19/12) tampil pula Sekjen Kemenag RI Prof Dr Nur Syam MSi. (ghp)