Bengkalis (Inmas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis menggelar Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Rencana Anggaran tahun 2018, Jumat (10/2) di Aula Kemenag Kabupaten Bengkalis.
Raker yang dilaksanakan satu hari penuh ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Kakan Kemenag Kabupaten Bengkalis H Jumari dan Subbag Inmas Kanwil Kemenag Riau H Darwison MA.
Berdasarkan laporan panitia pelaksana, jumlah peserta yang ikut sebanyak 30 orang, terdiri dari 7 orang kapala seksi pada Kemenag Bengkalis, 7 orang Ka KUA 7, 6 orang kepala madrasah, dan 10 orang pengawas dan pegawai di lingkungan Kemenag Bengkalis.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Bengkalis menyampaikan bahwa realisasi anggaran tahun 2016 sebesar 95,46%. Harapan kedepan hendaknya anggaran lebih banyak lagi. Hal ini untuk peningkatan sarana dan prasarana di linkungan Kemenag Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, dalam arahannya Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA berpesan bahwa dengan adanya raker ini kita bisa belajar dari firman Allah yang mengatakan bahwa kita dituntut untuk membuat perencanaan dalam hidup. "Dalam mananajemen modern setidaknya ada 4 fungsi manajemen yang harus dimiliki sebagai penunjang dalam bekerja," ucapnya.
Ia mengungkapkan, perencanaan tersebut telah tertuang dalam 4 unsur- unsur manajemen modern saat ini yang perlu diterapkan dalam perencanaan atau Raker. Pertama: planing (perancanaan) terkait apa yang harus dilaksanakan nanti, esok, pekan depan dan masa yang akan datang. Biasaynya disebut perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. "Kalaupun ini ada dalam manajemen moder, tapi ada dalam ajaran agama dan semua agama punya perencanaan seperti ini," ungkapnya.
Kedua; organizing (organisasi) susunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi yang menentukan tugas apa saja yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, bagaimana tugas-tugas nya dan sebagainya. Jika ada salah satu struktur yang kosong, akan melahirkan ketimpangan, jadi perlu segera diisi agar organisasi dapat berjalan baik.
Ketiga; actuating (pelaksanaan), merupakan fungsi manajemen yang utama karena sangat mentukan sukses atau tidaknya sebuah program yang telah direncanakan dan dianggarkan dalam organisasi.
Keempat; controlling (pengawasan) merupakan proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuanorganisasi dan manajemen tercapai. Ini adalah usahasistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan,membandingkan kegiatan nyata dengan tujuan perencanaan untuk mengetahui apakah semua program telah terlaksana dengan maksimal atau tidak.
"Pelaksanaan pekerjaan harus selesai dengan baik, dan fungsi pengawasan harus berjalan dengan baik," pungkasnya. (drwsn/e-m)
Â