0 menit baca 0 %

Kakanwil Buka Kegiatan Workshop K13 Bagi Guru MAN 1

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasi Kurikulum Bidang Penmad Drs H Kamaruddin dan Kepala MAN 1 Pekanbaru H Muliardi M Pd, Rabu (25/1/2017) membuka kegiatan Workshop Kurikulum 2013 (K13)  Bagi Guru MAN 1 Pekanbaru di Aula MAN 1 Pekanbaru.

Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasi Kurikulum Bidang Penmad Drs H Kamaruddin dan Kepala MAN 1 Pekanbaru H Muliardi M Pd, Rabu (25/1/2017) membuka kegiatan Workshop Kurikulum 2013 (K13)  Bagi Guru MAN 1 Pekanbaru di Aula MAN 1 Pekanbaru.

Hadir dalam kegiatan tersebut Narasumber workshop Drs H Sucipto M Pd, pengawas, dan seluruh peserta yang berjumlah 110 orang merupakan guru MAN 1 dan KKM Pekanbaru.

Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam sambutannya menyebutkan, bahwa Workshop K13 penting dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas guru- guru yang kemudian diimplementasikan dalam proses belajar mengajar.

“K13 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena kurikulum ini disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan,” kata Ahmad Supardi.

Menurut Ahmad Supardi, K13 titik beratnya  bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

“Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik,” harap Kakanwil.

Untuk itu, kegiatan yang dilakukan oleh MAN 1 Pekanbaru hendaknya dapat di programkan di madrasah- madrasah lain yang ada di Riau. Sehingga penerapan K13 dapat lebih maksimal.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Pekanbaru H Muliardi M Pd dalam laporannya menyebutkan, kegiatan yang digelar melalui dana BOS tahun 2016 ini bertujuan untuk meningkatkan SDM guru- guru MAN 1 Pekanbaru dan KKM dengan menghadirkan nara sumber dari pusat yang professional dalam hal K13, Drs H Sucipto M Pd.

“Kedepan kita akan berupaya melakukan pendampingan pada guru- guru, karena Kurikulum 2013 ini sifatnya dinamis, jadi perlu dilakukan pendampingan agar guru bisa meningkatkan kualitas SDM nya dan professional dalam bekerja,” ungkapnya.

Dalam K13, kata Muliardi, terdapat kompetensi inti dan dasar. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensi 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4).

Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4).

Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. (mus/nvm)