0 menit baca 0 %

Kakanwil Buka Kegiatan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan PAOH

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasi Keuangan Haji H Jasri SE dan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah H Asril, membuka kegiatan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Pelaksanaan Anggaran Operasional Haji (PAOH) Semester II Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umra...

Pekanbaru (Inmas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasi Keuangan Haji H Jasri SE dan Kasi Pembinaan Haji dan Umrah H Asril, membuka kegiatan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Pelaksanaan Anggaran Operasional Haji (PAOH) Semester II Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Riau Tahun 2016 di Hotel Furaya Pekanbaru, Kamis (8/12/2016).

Kakanwil menyebutkan, pendampingan penyusunan laporan keuangan PAOH yang diikuti oleh Bendahara PAOH 12 Kabupaten/ Kota merupakan hal yang luar biasa dan baru dilaksanakan. Dengan demikian akan mengefektifkan penyusunan laporan keuangan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Selain penyusunan atau perencanaan aggaran, pelaksanaan anggaran tentu ada evaluasi dan pelaporan anggaran yang telah kita lakukan. Apalagi anggaran PAOH ini cukup besar, sekitar Rp9 M yang tersebar di 12 Kabupaten/ Kota,” terangnya.

Ia menyebutkan, laporan keuangan sangat menentukan dan sangat sensitive, dan potret keuangan itu ada pada laporan. Jika laporan keuangan tidak beres, maka menggambarkan anggaran keuangan tidak tertata secara rapi dan rawan pengembalian.

“Hal pertama yang jadi sasaran pemeriksaan oleh tim Irjen maupun  badan pemerika keuangan adalah laporan. Jika laporan tidak ada, maka akan terindikasi kegiatan yang dilakukan adalah fiktif, yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan dengan melakukan pengembalian. Untuk itu, persoalan laporan keuangan ini jangan diangap remeh, karena pertanggungjawabannya sampai 25 tahun,” jelasnya.

Untuk itu, Kakanwil sangat menyambut baik pendampingan penyusunan laporan yang dilakukan oleh Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau. Karena dengan adanya pendampingan, laporan keuangan akan tertata rapi apalagi PAOH menggunakan system aplikasi, tinggal melengkapi berkas- berkas yang kurang.

“Kalau sudah lengkap, baik laporan maupun berkas- berkasnya seperti kwitansi dan sebagainya sebaiknya dijilid dalam 1 bundel, sehingga tidak tercecer. Selain memudahkan saat ada pemeriksaan, data juga akan tersimpan aman dan tahan hingga 25 tahun mendatang,” ujarnya seraya membuka kegiatan yang disambut antusias oleh peserta. (mus)