Riau (Inmas) - Sebanyak 40 orang operator sistem informasi masjid dan pengurus masjid Raya, dari kab/kota se-provinsi Riau pada Rabu Sore (19/07) mengikuti Kegiatan Sosialisasi Aplikasi Manajemen Masjid. Acara pembukaan yang bertempat di Hotel Mutiara Merdeka tersebut dimulai pada pukul 17.00.WIB tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengikrarkan lima nilai budaya kerja Kemenag yang dipandu oleh Syamsul Bahri SHI, staf pada bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari'ah Kanwil Kemenag Riau.
Kegiatan yang berlangsung tigahari kedepan ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kepala Bidang Urais dan Binsyar Drs H Irhas MA.
Syamsul Bahri selaku ketua panitia menyampaikan dalam laporannya, bahwa kegiatan tersebut terlaksana berdasarkan intruksi Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI No IJ .2 Tahun 2014 tentang penerapan sistem aplikasi masjid pada Kantor Wilayah Kemenag Provinsi daj Kab/kota. Dikatakannya tujuan kegiatan dilaksanakan adalah untuk mensosialisasikan program pembinaan manajemen masjid berbasis informasi kemasjidan kepada ta'mir masjid dan pelaksana pada bidang kemasjidan di Riau, meningkatkan pengetahuan operator masjid dalam bidang manajemen masjid berbasis sistem informasi kemasjidan. Pun sebagai evaluasi dan informasi kemasjidan.
Dalam kegiatan tersebut Ahmad Supardi selaku Kakanwil Kemenag Riau memberikan pencerahan melalui materi yang disampaikannya kepada seluruh peserta. Ia memaparkan akan pentingnya Masjid. Menurutnya Masjid tidak hanya sebagai pusat kegiatan peribadatan, tapi masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan ditengah masyarakat. Untuk itu penanganan dan pengelolaan masjid harus ditangani secara profesional, sehingga target manajemen dalam bentuk transparansi kredibilitas dan kepercayaan masyarakat itu akan terpenuhi dengan sendirinya, urai Kakanwil.
"Masjid memiliki kelebihan ketimbang lembaga lainnya, karena masjid memiliki transparansi tinggi dalam hal keuangan, dan hak ini perlu dicontoh yang lain, ucapnya mengingatkan.
Ahmad menegaskan masjid adalah aset besar umat Islam yang akan berdampak luar biasa terhadap kejayaan dan kemajuan Islam dimasa datang.
"Masjid akan hidup bila ada daya tarik barunya setiap saat, minimal ada informasi dan sesuatu yang baru didapat, makanya bangunlah magnet masjid sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini", pesan beliau.
Sudah seharusnya masjid hari ini dijadikan sebagai pusat pemberdayaan umat Islam, lakukan terobosan terobosan baru dalam mengelola masjid. Bila perlu kedepan, pintanya kita bisa melakukan pemberdayaan masjid dengan sistem pelatihan swadaya, katanya memberi motivasi.
Sampai berita ini diturunkan masih belangsung materi yang sampaikan oleh salah satu narasumber lainnya Kepala Bidang Urais dan Binsyar H Irhas.(vera)