Pekanbaru (Inmas)- Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau menerima Kunjungan Kerja Panja Komisi VIII DPR RI mengenai Impassing dan sertifikasi guru di Aula Lantai II Kanwil Kementerian Agama, Kamis (09/02) pagi.
Kehadiran Dewan Perwakilan Rakyat di Provinsi Riau ini adalah momen yang ditunggu-tunggu dan diharapkan dalam menjemput aspirasi masyarakat. Tak terkecuali lembaga pendidikan beserta praktisi akademis khsususnya. Rombongan Komisi VIII DPR RI yang diketuai oleh HM Ali Taher SH M Hum dari Fraksi PAN ini berjumlah 14 orang disertai 2 orang sekretaris Komisi VIII DPR RI, 1 orang protokoler, 1 orang tenaga Ahli dan bagian media cetak dan medsos. Makin terasa istimewa dengan hadirnya Anggota Komisi VIII DPR RI DR Hj Desi Ratnasari Msi, Psi serta seluruh pejabat eselon III dan IV, Pengurus DW dan civitas akademis dilingkungan Kanwil Kemenag Riau.
Dalam kesempatan tersebut Drs H Ahmad Supardi MA selaku Kakanwil Kemenag Riau mengaku sangat bangga dengan kedatangan Komisi VIII di Riau ini. Apalagi Komisi VIII adalah wadah tempat Kemenag menyampaikan aspirasi dan ide yang terkait dengan semua tusi Kemenag di tengah masyarakat. Pada kesempatan itu juga H Ahmad memperkenalkan masing masing pejabat di struktur Kemenag Riau kepada Komisi VIII.
Lanjut H Ahmad Supardi melaporkan bahwa terkait persoalan agama dan keagamaan di Provinsi Riau selama ini berjalan sangat baik. Dikatakannya hampir tidak pernah mendengar dan menemukan riak-riak yang menimbulkan konflik ditengah umat beragama.
Pada kesempatan emas tersebut  Kakanwil mengekspos sekaligus melaporkan jumlah guru madrasah di Riau tercatat berkisar 18530 orang, guru kristen 668 orang, katolik 55 orang, hindu 3 orang, dan Budha sebanyak 117 orang. Lebih lanjut, untuk guru yang sudah sertifikasi sebanyak 8330 orang, dengan rincian untuk madrasah  4630 orang dan guru PAIS sebanyak 3700 orang. Kemudian jumlah guru madrasah dan PAIS yang sudah inpassing adalah sebanyak 1845 orang, dimana guru madrasah sebanyak 1820 orang dan guru PAIS 25 orang, jelasnya.
“Sebagai langkah awal untuk saat ini kami akan fokus terhadap guru yang belum disertifikasi pada Tahun 2005 kebawah, mengingat masih banyak sekali yang belum mendapat disertifikasi, ucapnya. Sampai saat ini diakuinya, keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru tersebut terkendala oleh anggaran yang tidak cukup, insyaallah yang kurang ditahun lalu akan kita bayarkan tahun ini, tegasnya.
Diharapkan kedepan pihaknya bersama-sama dengan pihak terkait lainnya, dapat mempercepat proses penyelesaian pembayaran program sertifikasi guru dan program inpassing madrasah yang masih terhutang.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi Riau yang diwakili oleh H Kasiaruddin Asisten III yang juga menjabat sebagai Ketua Korpri Provinsi Riau mengucapkan apresiasi yang sangat tinggi atas kunjungan rombongan Komisi VIII DPR RI ke tanah Lancang Kuning sembari membacakan pantun melayu. Diharapkan kehadiran wakil rakyat kita ini dapat mebawa perubahan yang signifikan untuk lembaga pendidikan kita di masa datang, ucapnya.
Menurut Kasiaruddin hal ini sangat penting demi kesejahteraan dan peningkatan kualitas kinerja tenaga pendidik kita. Pihaknya siap membantu dan mendukung sepenuhnya program yang ada di Kemenag terkait masalah sertifikasi guru dan Impassing tersebut, tutupnya.
Pada pertemuan itu juga dilakukan diskusi dan tanya jawab antara anggota komisi VIII dan ASN Kemenag Riau. Yang diakhiri dengan penyerahan Plakat dari Kanwil kepada Ketua Komisi VIII DPR RI HM Ali Taher SH M Hum dan anggotanya DR Hj Desi Ratnasari Msi, PSi yang sekaligus berprofesi sebagai aktris papan atas Indonesia ini.(vera/ft.faj)
Â