Kakanwil: Aktualisasikan Nilai-nilai Ramadhan Dalam Menghadapi Problematika Umat
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Setelah sebulan menahan diri dan hawa nafsu untuk semua godaan duniawi, maka tibalah saatnya bagi umat muslim di seluruh dunia melantunkan takbir,tahmid dan tahlil dalam menyambut kemenangan yang fitri.Hal ini dilakukan manusia sebagai ungkapan rasa syukur yang bercampur gembira,...
Pekanbaru (Humas)- Setelah sebulan menahan diri dan hawa nafsu untuk semua godaan duniawi, maka tibalah saatnya bagi umat muslim di seluruh dunia melantunkan takbir,tahmid dan tahlil dalam menyambut kemenangan yang fitri.Hal ini dilakukan manusia sebagai ungkapan rasa syukur yang bercampur gembira, lantaran telah kembali kepada kesucian (fitrah). Kegembiraan ini tidaklah boleh berlarut-larut karena umat muslim harus bersiap menghadapi sebelas bulan ke depan sebagai bentuk ujian yang nyata pasca digembleng dan di didik selama bulan Ramadhan.
Demikian salah satu isi khutbah yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H.Tarmizi, M.A ketika bertindak selaku Khatib Sholat Hari Raya Iedul Fitri di Kantor Gubernur Riau (19/8).
Pelaksanaan Shalat Id diikuti oleh ratusan warga kota Pekanbaru yang memadati halaman Kantor Gubernur yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau H.R. Mambang Mit, tampak juga hadir Kepala Bagian Tata Usaha H.M.Saman dan Kasubbag Hukmas dan KUB H.Mahyudin pada Kanwil Kemenag Prov.Riau.
Dalam bagian yang lain, Tarmizi juga menyampaikan bahwa puasa akan memberikan nilai yang positif bagi mereka yang benar-benar berpuasa karena akan senantiasa menjaga total dirinya dan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti tidak berdusta atau berkata bohong, memfitnah, bersumpah palsu, membicarakan orang lain, dan melepaskan pandangan kepada sesuatu yang diharamkan Allah.
Puasa merupakan suatu sarana evaluasi diri dan melatih kepribadian agar tidak mudah tergoda oleh hawa nafsu yang akan membuat derajat manusia lebih rendah dari binatang.
"Maka dari itu, satu bulan penuh berpuasa dalam bulan Ramadhan adalah latihan untuk menghadapi sebelas bulan ke depan" jelasnya di hadapan ratusan jamaah yang memadati lokasi pelaksanaan Shalat id.
Lebih lanjut dalam khotbahnya, Tarmizi menyampaikan saat sekarang bangsa Indonesia khususnya umat muslim menghadapi begitu banyak problematika dan tantangan seperti Kemiskinan, Egoisme Kelompok, Dekadensi Moral, Kebodohan dan Ketertinggalan di bidang Sainstek, dan Bulan Ramadhan adalah bulan pelatih diri kita untuk menghadapi persoalan dan permasalahan umat.
"Bahwa puasa di bulan Ramadhan telah melatih kita untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh umat muslim, seperti menunaikan Zakat untuk solusi mengentaskan kemiskinan, Sholat berjamaah untuk memupuk rasa persaudaraan dan memupus dan menghilangkan ego-ego kelompok dan menghadiri Majelis Ilmu selama Ramadhan merupakan cara kita untuk mengikis kebodohan dan kefakiran ilmu baik di bidang sains dan teknologi", terangnya.
Datangnya 1 Syawal 1433 H sebagai tanda berakhirnya bulan suci Ramadahan yang bagi umat muslim adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT, dan pada hari itu kita semua berharap dapat kembali kepada fitrah kita sebagai sebenar-benarnya manusia setelah melaksanakan sholat Id pada hari kemenangan.(NDA)