0 menit baca 0 %

Kakanwil Ajak Semua Pihak Perjuangkan Insentif Guru MDTA

Ringkasan: Riau (Inmas)- Kementerian Agama Provinsi Riau mengajak semua pihak, masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk memperjuangkan existensi Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) atau Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dengan tetap menganggarkan insentif untuk para guru.Hal tersebut diungkapkan Kakanwil...

Riau (Inmas)- Kementerian Agama Provinsi Riau mengajak semua pihak, masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk memperjuangkan existensi Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) atau Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dengan tetap menganggarkan insentif untuk para guru.

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil Kemanag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Jumat (24/11/2017) menanggapi pertanyaan wartawan terkait anggaran MDA di beberapa daerah di Riau dan adanya MDA yang tutup karena sudah tidak punya biaya.

Menurutnya, MDA merupakan sekolah non formal milik masyarakat, dibuat oleh masyarakat, dibiayai oleh masyarakat dan dibina oleh Kementerian Agama dengan mengeluarkan Izin Operasional serta menetapkan kurikulum dan pedoman teknis lainnya.

Ia menjelaskan menjelaskan terkait mekanisne penganggaran MDA di Riau. Menurutnya, selama ini (dulunya) MDA dibiayai oleh masyarakat sepenuhnya, baik bangunan fisiknya maupun honor gurunya.

"Alhamdulillah beberapa tahun terakhir, berkat kerjasama Kemenag beserta komponen lainnya, Pemkab dan Pemko se Riau, memberikan bantuan insentif kepada guru guru MDA yang jumlahnya secara berpariatif, sesuai dengan kemampuan Pemerintah daerah masing masing. Untuk itu saya selaku Kepala Kanwil Kemenag Prov Riau menyam paikan terima kasih yang sebesar besarnya, sebab honor mereka dari masyarakat sangat kecil sekitar Rp250 ribu setiap bulan. Ini tentu sangat tidak layak, jauh dibawah UMK/R, padahal mereka mendidik anak anak kita. Makanya syukur alhamdulillah, Pemda se Riau memberikan bantuan," jelasnya.

Ia sangat memahami saat ini bahwa anggaran Pemda Tk II mengalami penurunan secara drastis, sehingga tidak dapat memberikan bantuan isentif kepada guru huru MDA. Namun demikian, ia berharap bantuan insentif itu jangan sampai dihilangkan sama sekali, sebab akan susah menganggarkannya lagi. Biarlah dikurangi saja, sehingga anggarannya tidak hilang, sebab kasihan mereka yang telah mendidik anak anak.

"Dalam suasana sekarang ini, saya berharap agar MDA memberdayakan masyarakat nya kembali dan masyarakat lebih peduli lagi terhadap MDA. sehingga MDA tetap hidup dan eksis dalam mendidik anak anak kita. Jangan sampai ada MDA yang tutup gara gara ini, sebab kekuatan MDA justru ada pada dukungan masyarakatnya," harapnya. (ash/e-m)