Pekabaru (Inmas) Bertempat di Hotel Amera- Pekanbaru, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H.Ahmad Supardi MA didampingi Pembimbing Masyarakat Buddha, Tarjoko S.Pd, MM memberikan Materi pada Sosialisasi dan Implementasi Kurikulum Sekolah Minggu Buddha, Jumat 25 Mei 2018.
“Tanggung jawab pendidikan agama baik di Sekolah maupun di Madrasah termasuk di sekolah- sekolah keagamaan itu adalah tugas dan tanggung jawab yang tentunya melekat pada saya" sebutnya mengawali materi.
Hanya saja memang tugas- tugas itu terbagi dari sisi pembinaan dan Pemberdayaannya, jika berhubungan dengan agama Buddha maka itu terkait dengan Pembimas Buddha.
Pembimas Buddha juga tidak mungkin melaksanakan ini apalagi mengajar di Sekolah, maka yang melaksanakan itu adalah kawan- kawan semuanya, Performance Kakanwil ada di tangan bapak ibu semuanya.Jika bapak ibu sukses dalam mengajar maka itu adalah Keberhasilan Pembimas Buddha, juga Keberhasilan Saya sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau tegasnya.
Yang menjadi tugas kami bagaimana bisa meningkatkan kualitas Guru Sekolah Minggu Buddha agar berhasil dalam mencapai tujuan Kurikulum yang diinginkan.Pertama setiap Guru Sekolah Minggu Buddha harus mempunyai Perencanaan yang bagi guru disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), jadi ada dasar untuk mengembangkan bahan ajar yang sudah di rencanakan sehingga tujuan yang hendak dicapai tepat sasarannya.
Kedua adanya Pengawasan dari Bimas Buddha agar memberdayakan pengawas untuk mengontrol target yang akan dicapai sesuai dengan Perencanaan RPP yang sudah ditetapkan. Ketiga adanya Evaluasi dari pribadi setiap Guru Sekolah Minggu Buddha , baik itu harian, mingguan dan juga Bulanan yang nantinya akan dilaporkan berjenjang ke Kementerian Agama, agar diketahui apa permasalahan yang dihadapi dilapangan, sehingga akan dibuat suatu Kebijakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Secara prinsip Ada 3 pendidikan yang dibawah naungan Kementerian agama , Pertama Pendidikan umum berciri khas agama yang biasa ada di Madrasah, Kedua Pendidikan Agama di Sekolah sesuai dengan agamanya masing-masing yang diajarkan orang yang seagama dengannya, Ketiga Pendidikan Keagamaan, Dhammaseka, Ponpes, Sekolah Minggu, Pasraman.
Beliau berharap supaya Pembangunan Pendidikan Agama Buddha Kita tingkatkan Supaya anak - anak bisa belajar lebih intensif dan efektif sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Perlu dipikirkan Pendidikan Formal yang nantinya bisa melahirkan Biksu dan tokoh agama Buddha (belen)